Ilmuan China Duga Virus Korona Menyebar Melalui Trenggiling

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 07 Februari 2020 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 18 2165136 ilmuan-china-duga-virus-korona-menyebar-melalui-trenggiling-dnVkxoBoIg.jpg Daging trenggiling dianggap enak oleh warga China. (Foto/Phys)

BEIJING – South China Agricultural University mengeluarkan hasil penelitian yang menyebutkan bawah wabah virus korona menyebar dari kelelawar ke manusia melalui perdagangan ilegal trenggiling.

Trenggiling, satu-satunya mamalia bersisik di dunia yang digunakan di Asia untuk makanan dan obat-obatan, kata ilmuwan China.

Meskipun dilindungi oleh hukum internasional, trenggiling adalah salah satu mamalia paling diperdagangkan di Asia karena dagingnya dianggap lezat di negara-negara seperti China dan sisiknya digunakan untuk obat tradisional, menurut World Wildlife Fund.

"Penemuan terbaru ini akan sangat penting untuk pencegahan dan pengendalian (virus)," South China Agricultural University, yang memimpin penelitian, menyatakan dalam situs resminya mengutip Global News, Jumat (7/2/2020).

Foto/People Daily

Wabah virus korona yang telah menewaskan 636 orang di daratan China, diyakini telah dimulai di pasar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang juga menjual hewan liar dalam kondisi hidup.

Baca juga: Ibu dari China Dapat Izin Masuk ke Australia untuk Melihat Jasad Anaknya

Baca juga: Kematian Dokter Pertama yang Peringatkan Bahaya Virus Korona Picu Kemarahan di China

Para ahli kesehatan berpendapat virus itu mungkin berasal dari kelelawar dan kemudian ditularkan ke manusia, mungkin melalui spesies lain.

Urutan genom dari regangan virus novel corona yang dipisahkan dari trenggiling dalam penelitian ini 99 persen identik dengan orang yang terinfeksi, lapor kantor berita resmi China, Xinhua. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa trenggiling menjadi "inang perantara yang paling mungkin".

Tetapi Dirk Pfeiffer, profesor kedokteran hewan di City University Hong Kong, memperingatkan bahwa penelitian ini masih jauh untuk membuktikan trenggiling telah menularkan virus.

"Anda hanya dapat menarik kesimpulan yang lebih pasti jika anda membandingkan prevalensi (dari virus corona) antara spesies yang berbeda berdasarkan sampel yang representatif, yang hampir pasti tidak," kata dia.

Meski begitu, penularan ke manusia melalui pasar makanan masih perlu dibuktikan, tambah Pfeiffer.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini