nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ajakan Rujuknya Ditolak, Suami di Pekalongan Seret dan Tusuk Istri

Jum'at 07 Februari 2020 04:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 07 512 2164619 ajakan-rujuknya-ditolak-suami-di-pekalongan-seret-dan-tusuk-istri-b553J0jKqm.jpg Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Shutterstock)

PEKALONGAN – Gara-gara ajakannya untuk rujuk ditolak, seorang suami di Desa Sidoreji, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tega menganiaya istrinya, Kamis 6 Februari 2020. Pelaku Kwd (4) menyeret dan menusuk istrinya Rsn (31) secara membabi buta menggunakan gunting.

Akibat penganiayaan pada Kamis sore itu, korban mengalami luka parah di sekujur tubuh. Korban telah dilarikan ke Rumah Sakit HA Zaky Djunaid Kota Pekalongan untuk dirawat intensif karena delapan luka tusukan di bagian leher, dada, tangan, dan perut.

Kronologi penganiayaan itu bermula saat pelaku mendatangi korban di rumah orangtua korban di Desa Pandanarum, RT 08 RW 02, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Pelaku yang sedang mabuk meminta korban untuk rujuk setelah mereka pisah ranjang selama dua bulan terakhir.

Namun, korban menolak ajakan rujuk pelaku. Pelaku pun gelap mata dan langsung menyeret korban ke depan rumah. Dia kemudian menusuk istrinya membabi buta dengan gunting kain yang digunakan untuk menjahit.

Melihat kejadian tersebut, anak korban berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar langsung mendatangi rumah tersebut.

"Saya sedang di depan rumah. Tiba-tiba Kwd datang langsung masuk rumah lalu menyeret istrinya. Pelaku lalu menganiaya, menusuk membabi buta menggunakan gunting," kata salah satu saksi bernama Asrofi, seperti dikutip dari iNews.id, Jumat (7/2/2020).

Mereka berusaha menyelamatkan korban dan mengamankan pelaku. Warga melarikan korban ke RS HA Zaky Djunaid Kota Pekalongan.

"Kami bersama warga lain berusaha menolong korban dan mengamankan pelaku. Pelaku sempat dipukuli warga karena marah melihat kejadian tersebut," kata Asrofi.

Beruntung, polisi berhasil menyelamatkan pelaku dari amukan massa. Polisi menggelandang pelaku ke Mapolres Pekalongan.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga ini sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan Kota.

Wakapolsek Tirto AKP Ismet Herman menyebutkan, pihaknya menyerahkan kasus tersebut ke Polres Pekalongan Kota. Dari pemeriksaan sementara, motif penganiayaan diduga karena masalah ekonomi.

“Korban saat ini masih di Rumah Sakit Djunaid dengan kondisi luka tusuk. Kondisinya mulai membaik dan sudah sadar,” kata Ismet Herman.

Sementara pelaku Kuwadi menyebutkan, dia dan istrinya sudah dua bulan pisah ranjang. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini mengaku tidak punya penghasilan tetap dan memadai. Kondisi ini membuat dia sering bertengkar dengan sang istri.

Setelah dua bulan terpisah, dia berniat mengajak rujuk istrinya. Ia pun mendatangi rumah mertuanya. Dia berusaha membujuk korban agar mau kembali. Namun, ajakannya ditolak sehehingga dia emosi dan spontan menganiaya istrinya.

"Saya mengajak rujuk ditolak sehingga saya gelap mata, menyeret dan menusuk pakai gunting kain," kata Kuwadi di Mapolres Pekalongan.

Berdasarkan pantauan, lokasi kejadian masih dipasang dengan garis polisi guna kepentingan penyidikan. Tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Pekalongan Kota. Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini