nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Warga Bengkulu Pulang dari Natuna, Bakal Diperiksa Pakai Thermal Scanner

Demon Fajri, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 14:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 15 340 2168943 2-warga-bengkulu-pulang-dari-natuna-bakal-diperiksa-pakai-thermal-scanner-lMYBSe9ByA.jpg Petugas memindai suhu tubuh penumpang pesawat dari luar negeri sebagai pencegahan masuknya virus korona. (Foto ilustrasi: Okezone.com/Heru Haryono)

BENGKULU – 238 Warga Negara Indonesia (WNI) telah selesai menjalani obeservasi selama 14 hari di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Dua orang dari mereka adalah warga Provinsi Bengkulu. Keduanya bakal diterbangkan ke Bengkulu pada Sabtu (15/2/2020) sore.

Seluruh WNI diterbangkan dari Pangkalan Udara TNI-AU, Raden Sadjad, Ranai, Natuna ke Bandara Halim Perdana Kusuma, menggunakan maskapai milik TNI-AU siang ini. Ratusan WNI itu dikarantina karena baru pulang dari Wuhan, China yang jadi endemi virus korona (Covid-19).

Kedua warga asal Bengkulu itu direncanakan diterbangkan menggunakan maskapai Batik Air, dengan nomor penerbangan ID 7172, pada pukul 16.00 WIB, dari Bandara Halim Perdana Kusuma.

Eksekutif General Manager PT. Angkasa Pura II (Persero), Bandara Fatmawati-Soekarno, Sarosa mengatakan, pihaknya tidak menerima laporan terkait dua warga asal Bengkulu yang dipulangkan dari Natuna menggunakan pesawat Batik Air.

WNI di Natuna. (Foto: Istimewa)

''Tidak ada pemberitahuan, mereka naik pesawat apa. Tapi, dari Halim hanya ada satu maskapai tujuan Bengkulu,'' kata Sarosa, saat dihubungi Okezone, Sabtu sore.

Baca juga: Mahasiswa Bekasi yang Turut Diobservasi di Natuna Dipastikan Sehat Walafiat

Dua Warga Bengkulu yang kembali melalui jalur udara Fatmawati-Soekarno akan ikut pemeriksaan thermal scanner. Pemeriksaan tidak terfokus pada dua warga yang telah menjalani observasi di Natuna, namun untuk seluruh penumpang yang masuk ke bandara Fatmawati-Soekarno.

''Semua penumpang akan diperiksa melalui alat thermal scanner. Tidak hanya dua warga yang diobservasi di Natuna,'' jelas Sarosa.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini