"Kita keluar paling beli makan aja di toko sekitar kampus untuk beberapa hari ke depan, itu pun cuma beli bahan sayuran atau buah karena tidak berani maka daging. Pernah sekali karena terpaksa kita beli ayam, kita masak sampai matang sekali," ujarnya.
Kian hari, situasi di Wuhan pun semakin parah dengan cepatnya virus korona menyebar ke seluruh kota. Rasa khawatir pun sempat terlintas dibenaknya, namun Almer dan teman-teman kampusnya berusaha untuk tenang dan saling menjaga satu sama lain.
Kemudian, mereka pun memutuskan untuk membentuk base camp di salah satu kamar asrama temannya yang lebih besar untuk tempat berkumpul.
"Ada satu teman dia S3 jadi kamarnya itu lebih luas lah sedikit kita jadiin base camp buat kumpul ada 13 orang lah kelompok kita. Tiap hari kumpul di situ, supaya kita gak berpencar saling menjaga juga. Tapi kalau tidur ya di kamar masing-masing," jelas Almer.
Hingga pada akhirnya, kabar baik pun datang setelah pemerintah Indonesia untuk mengambil keputusan mengevakuasi WNI dari Wuhan pada 2 Februari 2020. Ia bersama ratusan WNI lainnya pun dievakuasi dari Wuhan untuk kemudian diobservasi terlebih dahulu di Natuna sebelum dipulangkan ke rumah.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.