Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pernah Tinggal di China, Imigrasi Tolak Kedatangan 109 Turis ke Indonesia

Fahreza Rizky , Jurnalis-Senin, 17 Februari 2020 |14:22 WIB
Pernah Tinggal di China, Imigrasi Tolak Kedatangan 109 Turis ke Indonesia
Ilustrasi (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)
A
A
A

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi menolak sebanyak 109 orang yang hendak masuk ke Indonesia. Langkah itu dilakukan demi mengantisipasi penyebaran virus korona atau Covid-19. Ke-109 orang tersebut teridentifikasi sempat berkunjung ke China.

"Yang ditolak ada 109 orang. Kenapa ditolak? Karena berdasarkan assessment paspor mereka yang pernah tinggal 14 hari di mainland (China)," kata Direktur Izin Tinggal Ditjen Imigrasi, Bambang Widodo saat ditemui wartawan di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Senin (17/2/2020).

Bambang menuturkan, penolakan 109 orang tersebut dilakukan sejak akhir Januari hingga sekarang. Setelah ditolak, mereka kembali ke daerah asalnya.

"Akhir Januari hingga sekarang. Iya pulang. Kembali ke tempat mereka datang," imbuh dia.

Selain itu, Imigrasi juga menolak 36 pengajuan visa kunjungan ke Indonesia. Mereka yang ditolak terdiri dari tujuh orang Rusia, satu orang dari Rumania, empat orang dari Brazil, satu orang dari Tiongkok, tiga orang dari Armenia, dan satu orang dari New Zealand.

Selain itu, ada juga dua orang dari Ukraina, tiga orang dari Inggris, dua orang dari Maroko, enam orang dari Kazakhstan, dua orang dari Amerika Serikat, satu orang dari Ghana, satu orang dari Australia, satu orang dari Kanada, dan satu orang lainnya dari Maldives.

"Itu semua baru dari Tiongkok," tutupnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement