"Meskipun sering pakai nama Presiden kalau ke daerah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Saya sampaikan tidak apa-apa. Gunakan nama saya tapi untuk sebuah kebaikan, untuk sebuah kecepatan, proses, tidak apa-apa," tutur Kepala Negara.
Jokowi mengungkapkan, banyak investor yang hendak masuk ke Indonesia, tetapi akhirnya langkah mereka terhenti karena rumitnya birokrasi. Padahal, angka investasi yang akan masuk sebesar Rp708 triliun.
Jokowi ingin ke depan hal-hal semacam ini tidak terjadi lagi. Jika investasi masuk, itu dapat membuka lapangan kerja dan memacu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Kita enggak perlu promosi mancanegara. Enggak perlu. Yang di dalam itu saja diselesaikan. Kemudian yang masuk menyatakan minat Rp1.600 triliun gede banget angka ini hampir mendekati APBN. Ini tidak pernah diurus dengan baik secara riil," tuturnya.