Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anak hingga Remaja Ikut Aksi 212, Bawa Bendera Merah-Putih dan Poster

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Jum'at, 21 Februari 2020 |17:47 WIB
Anak hingga Remaja Ikut Aksi 212, Bawa Bendera Merah-Putih dan Poster
Anak-anak ikut aksi 212 di kawasan Patung Kuda, Jakarta (Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Aksi 212 di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (21/2/2020), bukan hanya diikuti orang dewasa. Anak-anak dan remaja juga ikut demo menuntut pemberantasan korupsi di Indonesia itu. Mereka berbaur dengan massa.

Pantauan Okezone di lokasi, mayoritas massa menggenakan baju putih dan juga turut serta membawa bendera merah putih. Sekira 30-an anak-anak dan remaja mewarnai aksi yang digawangi massa anti-Jokowi dan Ahok.

Anak-anak itu di antaranya menggenakan peci serta sarung khas santri. Mereka berkelompok-kelompok saat berlangsungnya aksi. Di antaranya ada yang membawa bendera merah putih yang diikat di tiang, ada juga mengusung poster bertulis ‘Ungkap Sindikat Korupsi Jiwasraya’. Ada juga anak-anak itu yang terlihat merokok.

 anak aksi 212

Mereka mendengar orasi yang disampaikan orator di atas mobil komando yang beberapa di antaranya bernada provokasi. Saat ajakan takbir dipekikkan orator, anak-anak itu kompak berteriak "Allahuakbar."

Misalnya saat Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif berorasi. Dia ikut berteriak “takbir” mengajak massa bertakbir. Sejurus kemudian massa termasuk anak-anak itu berteriak “Allahuakbar.”

Saat awal aksi dimulai, seorang anak berusia 5 tahun juga ikut membacakan Surah Ar Rahman di atas mobil komando. Salman Al Fikri, santri cilik dari Tasikmalaya, Jawa Barat itu ikut meneriakkan takbir di atas mobil pertanda aksi dimulai.

 anak aksi 212

Slamet menyampaikan bahwa aksi 212 merupakan tonggak perjuangan melawan kezaliman di Indonesia.

"Kami sepakat hari ini menyatakan sikap akan terus berjuang untuk menyatakan perlawanan dari pada kedzaliman. Hari ini titik lanjut perjuangan untuk menyeret pelaku korupsi ke penjara," kata Slamet.

"Kalau nanti ternyata petinggi negera terlibat dalam skenario korupsi. Kita akan revolusi!" ujar dia.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement