JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hingga kini pemerintah RI masih melakukan negosiasi dengan Jepang untuk mengevakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess yang berada di perairan Yokohama.
Menurut Jokowi, diplomasi dan negosiasi adalah hal yang tidak mudah sehingga butuh waktu untuk merampungkannya.
Baca Juga: Filipina Pulangkan 309 Kru dari Kapal Diamond Princess dengan Pesawat, Indonesia Kapan?
"Ini dirampungkan dulu satu-satu. Orang belum merapat ke sana. Apalagi kemudian kita berbicara yang di kapal Diamond, karena ini juga masih negoisasi dengan pemerintah Jepang," kata Jokowi di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
"Yang ini aja (World Dream) belum sampai di Pulau Sebaru. Nanti kalau udah sampai ditata, kita menyiapkan yang ini lagi. Tidak semudah itu diplomasi negoisasi, tidak segampang itu. Tapi kita akan berusaha secepat cepatnya untuk menyelesaikan ini," tambah dia.
Jokowi menambahkan, saat ini pemerintah mempunyai dua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni evakuasi 188 WNI di Kapal World Dream dan 74 WNI di Kapal Diamond Princess.
Pemerintah telah memutuskan mengevakuasi WNI di Kapal World Dream terlebih dahulu. Alasannya, jumlah WNI di kapal tersebut lebih banyak dan jaraknya lebih dekat dengan Indonesia. Setelah melakukan penjemputan, mereka akan dikarantina di pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.
"Jumlahnya lebih banyak, 188 orang yang itu juga berada di dekat kita. Sehingga kita putuskan segera dijemput oleh KRI Soeharso," jelas Jokowi.
Sekadar informasi, WNI yang bekerja di Diamond Princess telah meminta bantuan Presiden Joko Widodo agar dapat segera dievakuasi dari kapal pesiar yang masih menjalani karantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Permintaan bantuan itu disampaikan melalui sebuah video yang dirilis oleh ABC.
"Kepada Pak Presiden Jokowi yang terhormat, kami yang berada di Diamond Princess di Yokohama sudah sangat takut, ibaratnya dibunuh pelan-pelan," kata salah satu kru WNI dalam video tersebut.
Baca Juga: Kapan Kami Dijemput? Kepulangan WNI di Kapal Diamond Princess Belum Jelas
"Kami di sini untuk menghidupi keluarga di Indonesia. Jangan biarkan kami sakit dan mati perlahan-lahan karena kelamaan dievakuasi."
Salah satu kru lainnya meminta agar Pemerintah Indonesia agar tidak menjemput mereka menggunakan kapal laut, yang akan memakan waktu perjalanan lebih lama, dan memilih untuk dipulangkan dengan pesawat terbang agar bisa segera sampai di Tanah Air.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.