nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Negara-Negara di Eropa Bersiap Hadapi Epidemi Virus Korona

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 29 Februari 2020 12:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 29 18 2176026 negara-negara-di-eropa-bersiap-hadapai-epidemi-virus-korona-9CKW9otcZn.jpg Gubernur Lombardy Attilio Fontana mengakarantina dirinya sendiri di kantornya. (Foto/Facebook)

LOMBARDY - Prancis harus bersiap menghadapi epidemi virus korona, kata Presiden Emmanuel Macron, tapi Italia - yang kini merupakan negara dengan dampak terburuk di Eropa - mengatakan berita yang keliru bisa menyebabkan 'infodemi'.

Macron dijadwalkan akan bertemu dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte di Napoli untuk membahas hal ini.

Di Italia, 528 orang terinfeksi dan 14 di antaranya meninggal dunia, menurut pihak berwenang.

Jerman juga sedang menghadapi epidemi, kata menteri kesehatan Jens Spahn.

Baca juga: Virus Korona Meluas, KTT AS-ASEAN Ditunda

Baca juga: Pimpinan DPR Minta Kemendagri Bentuk Desk Korona

Italia mencatat peningkatan 25% kasus virus corona dalam 24 jam, dan infeksi masih terpusat di dua wilayah yang terpapar wabah di Lombardy dan Veneto. Namun beberapa kasus kini sudah muncul di Italia selatan.

Sebanyak 37 orang sudah pulih di Lombardy, kata kepala perlindungan masyarakat Angelo Borrelli.

Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio mengatakan kepada wartawan bahwa "infodemi" yaitu berita yang keliru di luar negeri yang merugikan ekonomi dan reputasi Italia.

Dikatakannya, semua infeksi di Italia bisa dilacak pada kejadian luar biasa di dua kota di utara.

Gubernur Lombardy Attilio Fontana melakukan isolasi sukarela terhadap dirinya sesudah seorang stafnya dites positif. Di laman Facebook ia mengatakan ia dan seluruh timnya dites dengan hasil negatif sejauh ini, tetapi akan tetap berada di karantina selama 14 hari.

Asosiasi turisme Italia Assoturismo mengatakan pemesanan akomodasi turun setidaknya €200 juta atau lebih dari Rp3 triliun karena virus ini.

Pada hari Rabu (26/02), World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa untuk pertama kalinya virus ini menyebar lebih cepat daripada di China, tempat asalnya.

Secara global, lebih dari 80.000 orang di 40 negara telah terinfeksi virus corona, yang muncul Desember tahun lalu. Kebanyakan berada di China.

Sejauh ini, penyakit pernapasan Covid-19 ini telah membunuh lebih dari 2.700 orang.

Dalam sebuah kunjungan mendadak di rumah sakit hari Kamis (27/02), Presiden Macron mengingatkan: "Kita sedang menghadapi krisis, epidemi, yang sedang mendekat."

Ia berada di rumah sakit La Pitié-Salpêtrière di Paris, di mana pria 60 yang terinfeksi virus corona meninggal dunia hari Selasa (25/02). Sejauh ini, satu orang meninggal di Prancis, seorang turis China.

Di Spanyol, meningkatnya infeksi secara tiba-tiba telah menimbukan kekhawatiran, tapi belum panik, kata wartawan BBC, Guy Hedgecoe.

Seorang pria di Sevilla terinfeksi tanpa bepergian ke luar negeri, menandakan bahwa virus itu sudah ada di Spanyol lebih lama daripada yang diperkirakan.

Di Tenerife di Kepulauan Canary, sebuah hotel dengan lebih dari 1.000 tamu masih dalam karantina. Ada ketakutan bahwa liburan Paskah di Spanyol akan terganggu oleh virus corona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini