Perpanjang Visa, Ratusan Turis China yang Berlibur di Bali Takut Pulang

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Sabtu 29 Februari 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 29 244 2176068 perpanjang-visa-ratusan-turis-china-yang-berlibur-di-bali-takut-pulang-9jkQo9fDgE.jpg Ilustrasi Turis China Berlibur ke Bali (foto: Shutterstock)

DENPASAR - Wabah virus Korona (Covid-19) di China memang membuat banyak orang takut untuk mengunjungi negara tersebut. Bahkan, ratusan turis China yang tengah berlibur di Bali takut pulang.

Kekhawatiran atas wabah yang menyebar dengan cepat mendorong Indonesia untuk menutup semua penerbangan ke dan dari China bulan ini. Kebijakan ini pun ikut memukul restoran, hotel, agen perjalanan dan guide di pulau Dewata tersebut.

Baca Juga: Pimpinan DPR Minta Kemendagri Bentuk Desk Korona

Dengan lebih dari 2.800 orang meninggal karena penyakit Covid-19 di daratan China, dan seluruh kota dikarantina, pejabat imigrasi di Bali mengatakan hampir 1.000 warga negara China telah mengajukan permohonan perpanjangan visa darurat.

"Saya seorang pengungsi internasional," kata Steve Li, manajer sebuah perusahaan Eropa di Mainland China kepada AFP seperti dilansir dari Straits Times, Sabtu (29/2/2020).

Simulasi Penanganan terhadap Virus Korona 

"China seperti penjara besar, semua kota dikunci," tambahnya.

Li mengatakan, dia tidak percaya jaminan Beijing bahwa negara tersebut dapat mengendalikan epidemi. Meskipun dia berencana untuk kembali bekerja, Li yang meminta agar nama aslinya dirahasiakan, meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih kecil di Eropa.

"Aku mengelola perusahaan, jadi aku tidak bisa meminta orang-orangku untuk terus bekerja sementara aku bersembunyi di sini," katanya.

Ada sekira satu juta wisatawan Tiongkok mengunjungi Bali setiap tahun, mereka adalah wisatawan asing terbesar kedua setelah Australia, dan menyuntikkan ratusan juta dolar AS ke dalam ekonomi lokal.

Ribuan orang pergi ke sana dari China untuk liburan Tahun Baru Imlek bulan lalu, tepat ketika wabah virus mulai turun. Tapi provinsi Hubei, tempat infeksi pertama kali terdeteksi dikunci, membuat mereka tidak bisa kembali ke sana.

Beijing menerbangkan kelompok-kelompok wisatawan mancanegara dari seluruh Asia bulan lalu. Karena adanya kekhawatiran penularan itu mendorong beberapa negara menghalangi masuknya para pendatang yang telah berkunjung ke China.

Hanya beberapa lusin pelancong Tiongkok di Bali yang berani untuk pulang. "Saya tidak terkejut jika mereka tidak mau kembali," kata Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa kepada AFP.

Wang Zilong dari Beijing mengatakan dia menunda kepulangannya karena dia yakin pemerintahnya telah menyembunyikan jumlah sebenarnya dari infeksi tersebut.

"Saya lebih suka tinggal di Bali dan mengawasi situasi," kata pria berusia 30 tahun itu kepada AFP di luar kantor imigrasi.

Para turis China pun cemas, menunggu berjam-jam untuk memperpanjang masa tinggal mereka. Bahkan, Wang mengatakan dia juga mewaspadai pelancong Tiongkok lainnya, meskipun tidak ada kasus virus yang dikonfirmasi di Indonesia.

"Aku sudah berusaha tetap di dalam hotel. Aku gugup ketika bertemu dengan beberapa orang Tionghoa lainnya terutama ketika mereka tidak memakai masker. Aku takut terinfeksi," katanya.

Baca Juga: WHO: Bahaya jika Ada Negara yang Merasa Kebal Virus Korona 

Beberapa pelancong sedang mempersiapkan rencana cadangan jika permintaan mereka untuk memperpanjang masa tinggal mereka ditolak.

Heather Wang, agen real estat dari provinsi Zhejiang timur, telah berada di Bali sejak akhir Januari dan tidak memiliki rencana untuk kembali ke rumah, bahkan jika dia tidak bisa tinggal di pulau tropis.

Dia pun menunggu kabar dari kedutaan Australia, apakah aplikasi untuk izin masuk turis telah berhasil. "Jika Australia tidak menyetujui visa saya, saya pikir saya akan pergi ke Thailand," kata pria 26 tahun itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini