MALANG - Meski hingga kini Indonesia belum terdeteksi adanya virus korona, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengaku tak sedikit yang ragu dan mempertanyakan kualitas laboratorium uji sampling yang telang dilakukan di Tanah Air.
Terawan menegaskan laboratorium yang digunakan uji sampel virus haruslah tidak dipenuhi kepentingan, sehingga mampu mendeteksi virus apa adanya.
"Banyak yang menanyakan kebijakan saya kenapa hanya satu laboratorium saya pakai, pasti banyak yang bertanya. Kuncinya satu, tidak boleh ada laboratorium yang dipengaruhi kepentingan," ujar Terawan Agus Putranto, saat berada di Malang, Jumat 28 Februari.
Pria berusia 56 tahun ini menegaskan laboratorium uji sampel bersifat jujur dan independen tidak bisa dipengaruhi kepentingan apapun saat mengeluarkan hasil sampel pada pasien suspek korona.
"Saya tekankan laboratorium harus penuh kejujuran apa adanya dan bisa dicek secara terbuka," imbuh Terawan.
Tak hanya itu, dirinya memastikan laboratorium di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) sudah terakreditasi dan terverifikasi badan kesehatan dunia alias WHO. "Laboratorium harus terakreditasi WHO, itu persyaratannya. Tapi syarat utama tidak boleh bisa dipengaruhi oleh pihak ketiga apapun, konflik kepentingan tidak boleh, apapun itu, harus jujur dilaporkan apa adanya," tukasnya.
Baca Juga : Umrah Dihentikan Sementara, 1.685 Jamaah Indonesia Tertahan di Negara Transit
Sebagai informasi sejumlah sampel pasien suspek korona telah masuk dan diujikan di laboratorium tersebut. Dari hasil uji laboratorium PCR darah, kultur darah, PCR sputum, kultur sputum, serta sab nasofaring sejumlah pasien suspek korona dinyatakan negatif.
Hal ini pula yang sempat mengundang keheranan dunia internasional, terutama WHO yang membuat perwakilan WHO di Indonesia sempat melakukan inspeksi di laboratorium milik Kemenkes tersebut.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.