Dua Pasien yang Dirawat di RS Sardjito dalam Kondisi Baik

Kuntadi, Koran SI · Kamis 05 Maret 2020 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 510 2178821 dua-pasien-yang-dirawat-di-rs-sardjito-dalam-kondisi-baik-zcYiReAkzg.jpg Pemda DIY konferensi pers mengenai penanganan pasien suspect virus korona di RSUP Dr Sardjito. (Foto : Kuntadi)

YOGYAKARTA – Dua pasien yang dirawat di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, saat ini berada dalam kondisi baik. Keduanya adalah WNI dan satu warga negara Jepang.

“Kita belum pernah menangani pasien korona. Dua yang masih dirawat negatif,” tutur Tim Airbone Diseases RSUP Dr Sardjito Ika Trisnawati, kepada wartawan di Gedong Pracimosona, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (5/3/2020).

Kedua pasien ini mengalami gangguan pernapasan. WNI yang baru pulang umrah tersebut gangguan pernapasan akibat infeksi paru-paru. Sementara pasien asal Jepang masih menjalani observasi, tapi secara umum kondisinya cukup baik.

“Kondisinya bagus. Ini masih menunggu hasil Litbangkes,” ucapnya.

Ilustrasi ruang isolasi. (Foto : Dok Okezone.com)

Ia mengatakan, virus korona (Covid-19) memiliki tingkat kematian rendah. Berdasarkan hasil studi salah satu universitas di China, angka kematian akibat Covid-19 3,4 persen, di bawah SARS dengan 9,4 persen dan MERS 34,4 persen. Sebagai langkah antisipasi mencegah Covid-19, masyarakat diimbau menjalankan pola hidup bersih dan sering mencuci tangan dengan sabun.

“Sebenarnya yang meninggal itu pun usianya cenderung lansia karena yang usia produktif justru bisa disembuhkan,” ujarnya.

Sementara Assek III Pemda DIY, Umar Priyono, berharap masyarakat bisa mengambil sisi positif dari merebaknya virus korona yakni dengan menjaga pola hidup sehat dan daya tahan tubuh.

“Saya rasa ada sisi positif agar menguatkan ketahanan tubuh dan pola hidup yang sehat,” katanya.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, meminta masyarakat tidak perlu panik dengan adanya virus korona. Itu karena pemerintah telah mengantisipasi upaya penyebaran, mulai dari kesiapan obat, tenaga medis, hingga rumah sakit.

“Tidak perlu panik, yang penting pola hidup bersih. Tidak perlu menimbun atau menggunakan masker kalau sehat,” kata Aji.

Cegah Penyebaran Virus Korona, Pengguna MRT Kenakan Masker

Menurut Aji, virus korona berdampak terhadap sektor pariwisata di DIY. Padahal, pariwisata selama ini menjadi andalan pendapatan daerah dengan banyak sektor usaha yang berkaitan dengan pariwisata, mulai dari jasa perhotelan, rumah makan, hingga biro perjalanan. Untuk itulah, perlu adanya upaya memaksimalkan turis domestik yang lebih banyak ke DIY.


Baca Juga : Presiden Jokowi: 94 Persen Penderita Virus Korona Bisa Disembuhkan

“Meski promosi masif di luar negeri, tetapi kalau kondisi seperti ini tidak akan mampu mendatangkan wisatawan asing,” tuturnya.


Baca Juga : KJRI: Penutupan Umrah 1 Tahun oleh Arab Saudi Tidak Benar

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini