Penguasa Dubai Dituding Menculik, Pemulangan Paksa, Penyiksaan dan Intimidasi Istrinya

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 07 Maret 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 18 2179404 penguasa-dubai-dituding-menculik-pemulangan-paksa-penyiksaan-dan-intimidasi-istrinya-SqPUEpABVY.jpg Putri Haya dan Sheikh Mohammed Al Maktoum. (Foto/BBC)

LONDON - Penculikan, pemulangan paksa, penyiksaan dan intimidasi. Tudingan-tudingan yang ditujukan terhadap Emir Dubai, Sheikh Mohammed Bin Rashid Al-Maktoum, oleh mantan istrinya Putri Haya Binti Al-Hussain, menjadi fakta yang terungkap dalam serangkaian putusan oleh Pengadilan Tinggi Inggris.

Menyusul persidangan kasus yang dimulai delapan bulan lalu, pengadilan menerbitkan fakta putusan yang mendukung upaya Putri Haya melarikan diri dari Dubai tahun lalu, bersama kedua anaknya.

Dia memberi tahu teman-temannya bahwa dia khawatir akan keberlangsungan hidupnya.

Sheik Mohammed telah berupaya, namun gagal, agar putusan itu tidak beredar secara publik, namun permintaannya ditolak setelah kasus itu diputuskan untuk kepentingan umum.

Emir Dubai itu disebut "tidak terbuka dan jujur dengan pengadilan".

Foto/EPA/BBC

Dalam sebuah pernyataan setelah putusan itu diterbitkan, Sheikh Mohammed mengatakan: "Sebagai kepala pemerintahan, saya tidak bisa berpartisipasi pada proses pencarian fakta pengadilan. Ini menghasilkan sebuah 'pencarian fakta' yang hanya menceritakan satu sisi dari cerita."

Dia bersikeras bahwa kasus itu adalah masalah pribadi. "Saya meminta media menghormati privasi anak-anak kami dan tidak mengganggu kehidupan mereka di Inggris," katanya.

'Perempuan muda yang dirampas kebebasannya'

Setelah mendengar pernyataan saksi selama periode waktu tertentu, pengadilan menemukan Sheikh Mohammed bertanggung jawab atas penculikan dan memaksa pulang dua putrinya dari pernikahan lain.

Sheikha Shamsa kabur dari rumahnya di Inggris di Surey pada 2000, namun kemudian diculik di Cambridgeshire oleh agen ayahnya dan dipaksa untuk pulang ke Dubai dimana dia dikurung selama di sana. Permintaan Polisi Cambridgeshire untuk mengunjungi Dubai demi menyelidiki kasus penculikannya ditolak.

Sheikha Latifa dua kali gagal kabur dari keluarga ayahnya, pada 2002 dan 2018. Setelah upaya yang pertama, dia dikurung oleh ayahnya di Dubai selama tiga tahun.

Pada upaya kedua, dia diculik di perairan India dan dipaksa pulang ke Dubai, dimana dia dikurung di dalam rumah. Hakim mendapati tuduhan atas penyiksaan fisik serius yang merupakan penyiksaan, yang dibuat oleh Latifa dalam sebuah video publik, dapat dipercaya.

Hakim menemukan bahwa Sheikh Mohammed "terus mempertahankan rezim di mana kedua perempuan muda ini dirampas kebebasannya".

Putri Haya dari Jordan, yang berusia 45 tahun, adalah putri dari Raja Hussain dan mantan atlet kuda di Olimpiade, menikah dengan Sheikh Mohammed of Dubai, yang berusia 70 tahun, pada 2014.

Dia menjadi istri keenam dan istri termuda. Mereka memiliki dua orang anak, yang berusia tujuh dan sebelas tahun.

Awalnya dia percaya penjelasannya tentang apa yang terjadi pada kedua putri, yaitu bahwa mereka telah "diselamatkan" dan sekarang aman dengan keluarga.

Tetapi pada awal 2019 Putri Haya menjadi curiga dan menyuarakan keprihatinannya. Dia juga mulai berselingkuh dengan pengawal Inggrisnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini