Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tinjau RSD Gunung Jati Cirebon, Menko PMK Singgung Gugus Tugas untuk Korona

Fathnur Rohman , Jurnalis-Sabtu, 07 Maret 2020 |20:26 WIB
Tinjau RSD Gunung Jati Cirebon, Menko PMK Singgung Gugus Tugas untuk Korona
Menko PMK saat inspeksi di RSD Gunung Jati Cirebon (Foto: Okezone/Fathnur)
A
A
A

CIREBON - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, melakukan peninjauan langsung ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu (7/3/2020).

Dalam peninjauannya itu, ia mengecek sejumlah fasilitas yang ada di ruang isolasi RSD Gunung Jati. Menurut Muhadjir, secara keseluruhan fasilitas atau sarana dan prasarana di ruang isolasi RSD Gunung Jati sudah sangat memadai.

RSD Gunung Jati sendiri menjadi salah satu dari 100 rumah sakit rujukan, untuk melakukan penanganan terhadap pasien dalam pengawasan ataupun positif virus korona.

"Kami meninjau rumah sakit Gunung Jati sebagai rumah sakit utama menanggulangi Covid-19. Semuanya kondisinya sangat bagus. Semuanya sangat meyakinian, karena di sini sudah tersedia ruang isolasi. Bisa untuk karantina dan ICU," kata Muhadjir kepada wartawan, Sabtu (7/3/2020).

Dijelaskannya, RSD Gunung Jati menaungi lima kota/kabupaten untuk penanganan virus korona. Yakni Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, serta Kabupaten Kuningan. Ia menilai, Alat Pelindung Diri (APD) yang akan dipakai tenaga medis di ruang isolasi RSD Gunung Jati juga sudah sangat lengkap.

Baca Juga: Filipina Akan Umumkan Darurat Kesehatan Nasional untuk Bendung Penularan Covid-19

"Di sini APD-nya juga lengkap. Ada lima kota dan kabupaten yang di-cover di rumah sakit ini," tambahnya.

Ia melanjutkan, penyebaran virus korona saat ini sudah termasuk kategori bencana dalam keadaan tertentu. Muhadjir mengaku, dirinya sudah mengirimkan konsep pembentukan satgas virus korona ke Presiden Joko Widodo. Kini ia masih menunggu arahan langsung dari Presiden.

"Konsep sudah saya kirim ke Presiden. Tinggal menunggu arahan dari beliau. Tapi bukan crisis center yah. Kita tidak sampai ke crisis center. Kita hanya gugus tugas," ujar Muhadjir.

Masih kata Muhadjir, dengan bertambahnya WNI yang positif terjangkit virus korona saat ini menjadi empat orang, maka satgas virus korona harus segera dibentuk. Ia mengaku, pemerintah sudah berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus korona. Dalam upayanya itu, pemerintah memiliki persiapan yang cukup matang.

"Karena ada kasus yang terinfeksi virus korona. Ada dua kasus sekarang nambah dua kasus jadi empat kasus. Maka harus dibentuk satgas gugus tugas. Itu saja sebenarnya. Artinya pemerintah sudah lama mengantisipasi. Kita sudah punya persiapan yang cukup," ucap dia.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement