Kapolda Papua: Tindakan KKB Meneror Masyarakat Bentuk Premanisme

Edy Siswanto, Okezone · Sabtu 14 Maret 2020 00:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 14 340 2183107 kapolda-papua-tindakan-kkb-meneror-masyarakat-bentuk-premanisme-bRR7P2Cyd1.JPG Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw (Foto: Okezone.com/Salman Mardira)

JAYAPURA - Tindakan penyerangan terhadap aparat TNI-Polri dan aksi pengancaman terhadap warga masyarakat di wilayah Tembagapura Mimika, Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dinilai bukan sebuah perjuangan, melainkan tindakan premanisme.

Hal itu ditegaskan Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw kepada awak media di Abepura, Jumat 13 Maret 2020 malam.

“Mereka ini seperti preman karena hidupnya hanya melakukan kekerasan dan mengancam masyarakat, pengusaha dan aparat yang melakukan pengamanan di Tembagapura. Jadi tindakan mereka ini bukan sebuah perjuangan yang sering diklaim oleh mereka,” ucap Paulus.

Dia mengaku, penyebutan preman kepada KKB cukup beralasan karena selama ini mereka hidup dari hasil rampasan yang diperoleh dari masyarakat.

"Apa yang mereka inginkan harus dipenuhi. Misalkan mereka perlu makanan, maka harus melakukan teror sehingga masyarakat ketakutan dengan tingkah laku mereka,” tuturnya.

Termasuk jika kelompok tersebut membutuhkan anggaran, aparat kampung akan diteror untuk memberikan sejumlah uang dengan dalih untuk pergerakan.

“Begitu juga jika butuh dana, pasti aparat kampung yang diteror. Intinya mereka melakukan semua dengan ancaman dan kekerasan,” lanjut dia.

Kapolda juga mengungkap ulah kelompok KKB yang sangat dibenci masyarakat ialah tindakan pelecehan seksual kepada wanita muda.

“Yang paling trauma merasakan kejahatan kelompok kriminal ini adalah wanita, khususnya wanita yang masih muda karena sering mengalami pelecehan seksual. Ini yang menjadikan masyarakat di sekitar Distrik Tembagapura memilih mengungsi dan paling banyak didominasi oleh wanita dan anak-anak,” kata dia.

Dengan kekerasan yang sering dilakukan tersebut, jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa penegakan hukum wajib dilakukan aparat terhadap KKB di Papua.

“Sebagai penegak hukum, maka sudah menjadi tugas kami untuk menindak mereka. Kita tetap melakukan upaya pengejaran guna penegakan hukum,” tegasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini