Alami Batuk Pilek, Buruh Tak Perlu Masuk Kerja

Taufik Budi, Okezone · Minggu 15 Maret 2020 23:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 15 512 2183787 alami-batuk-pilek-buruh-tak-perlu-masuk-kerja-cDvjTw3SOf.jpg ilustrasi (Okezone)

SEMARANG - Sejumlah langkah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona di Jawa Tengah. Apalagi, kini jumlah orang yang dinyatakan positif terpapar korona bertambah menjadi empat orang.

"Untuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak memperbolehkan karyawan masuk ke lingkungan perusahaan dengan kondisi demam batuk dan pilek," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menggelar pressconference di rumah dinasnya, Puri Gedeh Kota Semarang, Minggu (15/3/2020).

Baca juga: Bertambah 21 Kasus Baru, Pasien Positif Korona di Indonesia Jadi 117 Orang

Dia pun meminta pihak perusahaan untuk rutin memeriksa kesehatan para karyawan. Apalagi, pabrik-pabrik juga memiliki poliklinik sehingga bisa dengan mudah mendeteksi kesehatan buruh atau karyawan.

"Dan kita meminta perusahaan untuk melakukan checking kepada para buruhnya. Poliklinik perusahaan diminta untuk memastikan kesehatan seluruh karyawan, mangga dicek terus-menerus," pintanya.korona

"Perusahaan menerapkan shif bagi karyawan agar tidak ada kondisi penumpukan jumlah karyawan pada sif tertentu. Mudah-mudahan kawan-kawan baik dari organisasi buruh maupun perusahaan agar berkomunikasi soal ini," ungkapnya.

Selain itu, bagi perusahaan yang memiliki karyawan asing untuk sementara waktu dilarang memberi kesempatan perjalanan ke luar negeri. "Melarang perusahaan yang mempunyai TKA untuk perjalanan ke luar negeri dan membatasi kunjungan tamu ke perusahaan," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini