Gubernur Sumbar Klaim Daerahnya Belum Ada Positif Corona

Rus Akbar, Okezone · Senin 16 Maret 2020 23:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 16 340 2184368 gubernur-sumbar-klaim-daerahnya-belum-ada-positif-corona-QbjIUlVfPs.jpg Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno (Foto: Rus Akbar)

PADANG - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menegaskan sampai pagi tadi di Sumbar belum ada warganya yang positif virus corona.

“Kami barusan tadi rapat dengan beberapa bupati dan wali kota dalam lingkungan pemerintah kabupaten Provinsi Sumatera Barat. Dari laporan yang muncul termasuk daerah-daerah, termasuk rumah sakit rujukan RSUP M. Djamil Padang dan dan Ahmad Mochtar Bukittingi sampai tadi pagi kita belum ada positif corona,” katanya, Senin (16/3/2020).

Saat ini, kata Irwan, tujuh pasien dengan status suspect. Di antaranya empat pasien suspect Mers-Cov dan tiga pasien suspect Covid-19.

“Sumatera Barat belum ada positif corona dan tadi ada disebutkan dari M. Djamil memang ada tujuh orang yang di isolasi pasien suspect mers dan tiga baru pasien suspect untuk corona,” ujarnya.

Oleh karena itu, belum ada yang positif termasuk juga yang di Ahmad Mochtar. “Kemarin datang dari Malaysia sudah dicek dan dilihat ternyata hanya demam biasa,” ujarnya.

 Ilustrasi Foto: Ist

Meskipun demikian, pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat baik di bandara, pelabuhan melakukan sesuai SOP dengan KKP baik yang di Teluk Bayur, begitu juga kru-kru kapal datang naik kapal dari luar, Bungus, Muara Padang dan juga di Mentawai.

“Sekarang dilakukan gerakan di perbatasan, hari ini Kabupaten Dharmasraya berbagai kegiatan kebersihan WC hotel dengan disinfektan, dalam waktu dekat Bupati Limapuluh Kota akan dilakukan pegawasan orang yang masuk dari Pekanbaru termasuk di tempat wisata tetap dibuka. Kalau ditutup dampaknya ekonomi masyarakat, hanya saja diperketat yang datang dari luar termasuk travel agen termasuk hotel-hotel, tempat wisata,” jelasnya.

Terkait soal libur sekolah ini dari menteri pendidikan ada surat diedarkan kepada pemerintah provinsi membagi beberapa tingkatan status dari mulai ringan, sedang dan tinggi terhadap corona di satuan pendidikan.

“Menteri menyebutkan kalau yang ringan ketika tidak ada yang diduga terjangkit masih kosong, berarti Sumbar masih ringan yang dilakukan itu jaga-jaga diri, bersih-bersih lingkungan, sakit pakai masker, menjauhi kerumunan, sifatnya pencegahaan,” ungkapnya.

Sementara sifatnya kategori sedang ada terduga ada peluang kemungkin yang demam-deman diatas suhu panas diatas 38, ini ada juga langka –langka yang disebut sifatnya diperiksa.

Yang tinggi itu baru yang terjangkit disitu arahan menteri untuk yang terjangkit di satuan pendidikan misalnya satu kelas korban tersebut diperiksa teman-temannya, itulah bunyi surat edaran.

“Jadi tidak secara umum sekolahnya di liburkan jadi kita profesional oleh karena kita di Sumatera Barat kita masih kosong, tapi tidak tahu apakah nanti sore atau malam ada yang positif karena kaitannya anak-anak lagi ujian UNBK dilanjutkan SMP perlu persiapan ujian,” ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini