SEMARANG - Warga negara asing (WNA) penumpang kapal pesiar MV Columbus mendapatkan perawatan isolasi di RSUP dr Kariadi Semarang. Dia masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, masih menunggu hasil laboratorium pemeriksaan pasien tersebut. Kondisi pasien itu relatif stabil dan tak menunjukkan gejala klinis terpapar corona.
"Hasilnya (laboratorium) belum ada. Itu enggak (ada gejala klinis)," kata Yulianto kepada awak media, Senin (16/3/2020).
Baca Juga: Antisipasi Corona, 53.115 Siswa dari 150 Sekolah di Bengkulu Diliburkan

Dia menjelaskan, meski tak ditemukan gejala klinis pada pasien, namun diterapkan kewaspadaan sehingga dimasukkan dalam kategori PDP. Sebab, kapal pesiar yang ditumpangi sebelumnya pernah singgah di negara yang terpapar corona.
"Sebenarnya PDP pun tidak ada gejala-gejala, panas tidak, batuk pilek enggak. Jadi, memang enggak muat untuk dimasukkan ke dalam PDP, tapi karena kehati-hatian kita itu dimasukkan PDP," katanya.
"Ini karena kita hati-hati, maka tidak ada symptom yang mengarah pun dan kita tetep masukkan PDP. Ini bentuk kewaspadaan di Jateng," imbuhnya.
Sekadar diketahui, pasien berkewarganegaraan Perancis dengan jenis kelamin perempuan berusia 73 tahun itu datang ke RSUP dr Kariadi pada Jumat 13 Maret. Dia tidak ikut berwisata dan langsung ke rumah sakit setelah kapal pesiar MV Columbus bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
Sebelumnya, kapal MV Columbus yang mengangkut 1.044 wisatawan asing diizinkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Mereka dijadwalkan mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Candi Borobudur, Ambarawa, serta Kota Semarang.
Baca Juga: Kapal Pesiar Bawa 1.044 Turis Asing Berlabuh di Semarang
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.