BOGOR - Viral informasi di media sosial, terkait empat orang pendeta yang disebut meninggal dunia, diduga akibat terpapar virus corona atau covid-19, usai menghadiri Persidangan Sinode Tahunan (PST) di salah satu hotel di Kota Bogor, Jawa Barat.
Menganggapi informasi tersebut, Kabag Humas dan Protokol Pemkot Bogor Rudiyana mengatakan, dari keterangan panitia penyelenggara, keempat pendeta itu meninggal bukan karena terpapar corona.
"Satu pendeta sedang dirawat tapi tidak diisolasi, Beliau (meninggal karena) punya riwayat jantung dan sudah dibawa ke UGD rumah sakit," kata Rudiyana, Kamis (19/3/2020).

Kemudian, pendeta kedua meninggal karena DBD dan sebelumnya rutin check-up ke rumah sakit. "Jenazah langsung dimakamkan mengikuti aturan pemerintah, tidak ada kumpulan massa, mengingat jika pendeta meninggal pasti banyak yang datang," tambahnya.
Baca juga: Pemerintah: Angka Kematian Akibat Corona Mencapai 8%
Pendeta ketiga meninggal karena usia yang sudah lanjut, dan dikremasi atas permintaan keluarga.
"Terakhir, satu orang pendeta meninggal karena kelelahan akibat terlalu diforsir pelayanan," jelasnya.
Di sisi lain, seluruh panitia dalam kegiatan yang dibuka oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto itu hingga saat ini masih dalam kondisi sehat.
"Seluruh panitia PST yang sempat bersinggungan dengan keempat pendeta itu dalam keadaan baik-baik saja. Rentang waktu dari PST sudah 3 minggu, sementara masa inkubasi 2 minggu," ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.