Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi Penyebaran Corona, Pemkot Bekasi Bentuk Tim "War-War"

Wisnu Yusep , Jurnalis-Jum'at, 20 Maret 2020 |12:57 WIB
Antisipasi Penyebaran Corona, Pemkot Bekasi Bentuk Tim
Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran kepolisian (foto: Wisnu)
A
A
A

BEKASI - Mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19, pemerintah Kota Bekasi telah membentuk tim bernama “war-war”. Tim tersebut dibentuk dari gabungan Kepolisian, TNI dan Kecamatan.

Tim war-war dibentuk menyusul ditemukannya 9 warga Kota Bekasi terinfeksi positif corona. Adapun tugas dari tim war-war ini keliling menyampaikan imbauan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di wilayah Kota Bekasi.

"Kita siapkan mobil untuk tim war-war. Tugasnya berkeliling untuk menyampaikan secara langsung kepada masyarakat terkait corona, mulai Kamis 19 Maret 2020 sudah di coba seluruh kecamatan keluarahan bergerak," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Jumat (20/3/2020).

Tak hanya itu, tim war-war juga akan bertugas ke tempat-tempat keramaian seperti mal, pusat perbelanjaan. Sekaligus mengoperasi pelajar yang kedapatan berkeliaran setelah diberlakukan proses belajar di rumah.

"Saya sudah perintahkan Pol-PP, kita juga sudah buat perjanjian dengan guru-guru agar tanggung jawab melakat meski sekokah kita tutup sementara," jelas dia.

Bila ditemukan pelajar yang tengah shoping, maka pihak guru akan diberkkan sanksi. "Kalau ada anak yang nanti ditemukan akan dibuat berita acara maka yang akan dapat sanksi adalah kepala sekolah, pengawas, dan guru," cetus dia.

Menurut dia, dalam kondisi seperti ini keikutsertaan orangtua dalam mengawasi anak-anak selama belajar di rumah sangat penting. "Anak-anak harus diberikan tugas dan diberikan kesibukan lain agar dia bisa belajar bertanggung jawab," terangnya.

Sementara, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku, pihaknya juga terus melakukan penulusuran di lingkungan tempat tinggal warga yang sudah dipastikan positif Covid-19.

Orang-orang yang selama ini sudah melakukan kontak langsung, katanya, akan diperiksa dan dimasukkan ke dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kita akan urai terlebih dahulu (orang yang berinterkasi langsung dengan positif Covid-19), jadi ini tidak semudah apa yang kita bayangkan," tegas dia.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement