Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cegah Covid-19, Polisi Prancis Tangkap Warga yang Berkeliaran di Jalan

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Sabtu, 21 Maret 2020 |13:55 WIB
Cegah Covid-19, Polisi Prancis Tangkap Warga yang Berkeliaran di Jalan
Momen polisi Prancis tangkap warga yang keluar tanpa surat izin. (Foto/The Sun)
A
A
A

PARIS - Polisi Prancis mulai menangkap warga yang berkeliaran di jalan tanpa izin, saat negara itu menerapkan prosedur penguncian atau lockdown demi mencegah penyebaran virus corona.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada minggu ini melarang warga keluar rumah kecuali untuk membeli makanan serta ke apotek.

Prancis juga mengerahkan polisi dan tentara untuk menegakkan perintah presiden, karena banyak warga Prancis yang masih berkerumun di taman dan jalan-jalan.

Siapa pun yang tertangkap melanggar, akan didenda mencapai Rp2,3 juta.

Rekaman dari satu insiden menunjukkan polisi menangkap seorang warga Prancis. Klip lain menunjukkan seorang pria berbaring di jalan setelah dipukul di kepalanya, sementara yang lain ditendang di belakang.

Awal pekan ini, rekaman menunjukkan kerumunan petugas menahan seorang wanita di Paris pada siang hari.

"Ketika saya melihat orang-orang terus pergi ke taman, pergi ke pantai atau di pasar, jelas mereka tidak memahami imbauan pemerintah," ujar Macron pada Kamis 20 Maret.

Sebuah sumber hukum di Paris mengatakan kepada harian Le Parisien, setidaknya ada lima orang yang menolak perintah diam di rumah. Mereka kini ada dalam dalam tahanan polisi.

Mereka menghadapi tuduhan membahayakan nyawa orang lain, yang dapat dihukum hingga satu tahun penjara.

Sumber lain mengatakan kelima orang itu sering melanggar aturan dan tetap keluar meskipun diperintahkan pulang.

"Kami membutuhkan alat yang lebih tegas untuk menegakkan larangan berkeliaran," kata sumber itu mengutip The Sun, Sabtu (21/3/2020).

"Orang-orang perlu memahami bahwa ini adalah keadaan darurat, dan Anda tidak bisa pergi ke tempat yang Anda inginkan, dan bergaul dengan orang lain," lanjutnya.

Di Prancis, virus corona sudah mencapai 11.000 kasus dan 372 di antaranya meninggal.

Presiden Macron menyebut Prancis sedang "berperang" melawan virus corona.

"Semua energi kita harus pada satu tujuan, untuk memperlambat perkembangan virus," ujarnya dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Senin lalu.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement