CIREBON – Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengimbau agar para pekerja migran asal Cirebon yang berada di Malaysia, tetap berada di tempat tinggal masing-masing, serta mematuhi kebijakan lockdown di negara tersebut.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Malaysia telah menerapkan kebijakan lockdown per 18 Maret 2020, menyusul pandemi virus corona (Covid-19).
Kadinkes Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan untuk sementara waktu para PMI asal Cirebon itu diharapkan tetap berada di tempat tinggalnya sampai kebijakan lockdown selesai. Hal ini dilakukan agar mereka terhindar dari penularan virus corona di sana.
"Jangan memaksa keluar. Tetap berada di dalam rumah. Infonya ada yang tertahan di perbatasan, lebih baik kembali sampai lockdown selesai," kata Eni kepada Okezone, Jumat 20 Maret 2020.
Di waktu berbeda, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon Abdullah Subandi memastikan tidak ada pekerja migran asal Cirebon yang terpapar virus corona di Malaysia.
"Kondisi baik. Sampai saat ini pekerja migran asal Cirebon di sana tidak ada yang terkena virus corona," ujar Abdullah saat dikonfirmasi Okezone.
Ketika ditanya, apakah ada pekerja migran yang telantar, Abdullah mengatakan belum mendapat informasi terkait hal itu. Namun, ia berharap pekerja migran di Malaysia selalu dalam kondisi baik.
"Sementara belum ada info (telantar) untuk PMI asal Cirebon. Mudah-mudahan tidak ada. Berdoa saja," ucapnya.
Dia pun mengimbau pekerja migran selalu menjaga kondisi kesehatannya. Ia meminta mereka menerapkan pola hidup sehat sehingga bisa terhindar dari penularan Covid-19 di Malaysia.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.