SEMARANG - Penerapan belajar di rumah bagi siswa untuk mencegah penularan virus corona di Jawa Tengah, tak sepenuhnya ditaati. Masih banyak pelajar keluyuran hingga tempat hiburan malam yang masih beroperasi.
"Kita harus jauh lebih serius lagi untuk melakukan upaya preventif. Social distancing mesti terus kita evaluasi. Saya masih melihat anak-anak nongkrong kafe-kafe ramai tempat hiburan malam masih (buka)," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (23/3/2020).
Baca Juga: Anies Imbau Anak Muda Tak Bersalaman dengan Lansia saat Wabah Corona
Untuk itu, dia mengapresiasi langkah Satpol PP di berbagai daerah yang melakukan patroli. Hasilnya, para pelajar yang mestinya tinggal di rumah ternyata berada di tempat-tempat nongkrong.
"Alhamdulillah kemarin Satpol PP di beberapa tempat kita mulai bergerak. Saya bisa melihat contoh ada di Magelang ada di Semarang, mereka ketemu dengan pelajar yang ternyata tidak di rumah," jelasnya.
Sekadar diketahui, seluruh pelajar mulai TK hingga SMA diliburkan masuk sekolah untuk mencegah penularan Covid-19. Sebagai gantinya, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan dengan sistem online atau daring.
"Kami putuskan semua tempat hiburan ditutup karena kemungkinan persebaran di sana sangat tinggi," kata Ganjar, usai menggelar rapat terbatas dengan jajarannya, Senin 16 Maret.
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Minta Semua Pihak Bersatu Hadapi Virus Corona
Selain tempat hiburan, sektor yang telah ditutup adalah sebagian destinasi wisata. Menurut Ganjar, sejak awal merebaknya virus corona kunjungan pariwisata di Jawa Tengah terus menurun.
"Ini jauh lebih penting untuk mencegah dengan baik. Untuk wisatawan lokal tingkat kunjungannya turun mencapai 72,49 persen, dan 88,46 persen penurunan untuk wisatawan asing," katanya.
(Fiddy Anggriawan )