nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taiwan Tuduh WHO dan China Tutupi Informasi Awal COVID-19

Medikantyo, Okezone · Rabu 25 Maret 2020 06:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 25 18 2188623 taiwan-tuduh-who-dan-china-tutupi-informasi-awal-covid-19-yJOKcaCKv5.jpg Foto: Okezone.

TAIPEI - Taiwan menyayangkan tindakan China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang dianggap menutup-nutupi informasi awal mengenai kemunculan virus corona (COVID-19). Keputusan itu kini harus dibayar mahal dengan risiko kesehatan yang dihadapi oleh warga dunia, termasuk Taiwan.

Surat tertulis sempat dikirimkan oleh Taiwan kepada WHO dan China, terkait dugaan kemunculan virus baru di kota Wuhan pada akhir tahun lalu. Isi surat itu juga termasuk pertanyaan terkait adanya kemungkinan terjadinya pola penularan virus itu dari manusia ke manusia.

"Kami menanyakan banyak hal termasuk kemungkinan transmisi dari manusia ke manusia. Bahkan sudah mengingatkan WHO dan China mengenai risiko serius tersebut," kata Pemimpin Pusat Pengendalian Wabah Penyakit Taiwan, Chou Jih Haw seperti dilansir laman Reuters.

Menteri Kesehatan Taiwan, Chen Shih Chung, juga menyebut pihaknya beruntung mengambil langkah awal melakukan pemeriksaan kedatangan warga asal Wuhan, China. Sekaligus mulai mengaktifkan pusat operasi darurat pada awal Januari. Kebijakan itu terbukti dengan adanya laporan penularan virus oleh China pada 20 Januari.

Langkah itu juga berdasar pada respons Pemerintah China, saat sejumlah ahli penyakit menular melakukan tinjauan langsung ke Wuhan. Kementerian Kesehatan Taiwan menyebut rombongan tidak diperkenankan melihat kondisi para pasien maupun pasar sebagai terduga lokasi awal munculnya virus corona baru itu.

Reaksi cepat otoritas Taiwan untuk mengantisipasi gelombang awal penyebaran virus, disebut berpengaruh pada kurva pertumbuhan pasien yang lebih rendah dibandingkan negara lain. Berdasarkan data hingga Selasa (24/3/2020), temuan penderita infeksi virus corona di Taiwan mencapai 125 kasus dengan 2 pasien menjadi korban meninggal dunia.

Hingga saat ini, Taiwan juga meyakini adanya tekanan dari China membuat mereka tidak diterima menjadi anggota WHO secara permanen. WHO bahkan mendaftarkan Taiwan sebagai salah satu provinsi di bawah China, dalam menyusun jumlah kasus penyebaran virus corona di Asia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini