KUPANG – Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena meminta pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan segera mempercepat penyaluran alat pelindung diri (APD) demi kelancaran penanganan pandemi virus corona di negara ini.
"Selain alat pelindung diri, Komisi IX juga meminta pemerintah mempercepat pemberian insentif serta jaminan kesehatan untuk seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang ikut terlibat dalam penanganan Covid-19 ini," ungkapnya Melki kepada Okezone, Rabu (25/3/2020).
Politikus Partai Golkar itu mengatakan ikhwal permintaan Komisi IX DPR tersebut sudah dibicarakan langsung bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam rapat kerja yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa 24 Maret malam.
Wakil rakyat daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) II ini mengatakan bahwa secara kelembagaan Komisi IX DPR mendukung penuh sejumlah langkah yang sudah dilakukan, baik berkaitan dengan kebijakan, pendanaan, maupun penguatan sistem kesehatan.
Meski begitu, lanjut dia, sejumlah catatan masih harus disampaikan dan menjadi perhatian segera bagi pemerintah melalui gugus tugasnya.

Sejumlah catatan yang telah dihasilkan dalam rapat kerja bersama itu antara lain pemerintah diminta memperluas jejaring rumah sakit dan laboratorium penanganan Covid-19, termasuk rumah sakit swasta yang memiliki standar minimal tanggap darurat.
Pemerintah, lanjut dia, juga diminta memastikan tes cepat masal (mass rapid test) yang diprioritaskan bagi tenaga medis dan kesehatan dengan melibatkan pihak di luar pemerintah.
"Komisi juga meminta pemerintah memastikan aturan sama penanganan Covid-19 dari pusat sampai daerah," ungkapnya.
Sementara terkait ibadah di bulan suci Ramadan 1441 Hijriah, Komisi IX DPR mendesak pemerintah melakukan koordinasi dalam kaitan pencegahan Covid-19, termasuk juga mudik Lebaran beserta arus baliknya dan pelaksanaan ibadah haji.
"Kita (Komisi IX DPR) juga meminta pemerintah terus melakukan informasi komunikasi dan edukasi terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 secara masif melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk ada media massa dan unsur lainnya hingga daerah-daerah," jelasnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.