nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontak dengan Pasien Positif Corona, Pejabat dan Staf DPRD Sulut Ter-Suspect

Subhan Sabu, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 04:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 25 340 2189032 kontak-dengan-pasien-positif-corona-pejabat-dan-staf-dprd-sulut-ter-suspect-LdTtojnzUf.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

MANADO - Kota Manado mendapat imbas pasca-anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Aulia Agsa dinyatakan positif virus corona atau COVID-19.

Aulia dinyatakan positif Covid-19 usai pulang dari Manado, melaksanakan kunjungan kerja di DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sekira 12 Maret 2020 lalu.

Meski belum bisa dipastikan kalau yang bersangkutan terkonfirmasi usai pulang dari Manado, namun begitu mendapat informasi, Satgas Covid-19 Sulut langsung melakukan tracing siapa saja yang punya kontak erat dengan pasien terkonfirmasi tersebut.

 korona

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel MPH mengatakan, sudah punya daftar secara volunteer yang disampaikan oleh teman-teman di DPRD, dan beberapa pejabat langsung menyatakan bahwa mereka ada kontak dengan yang bersangkutan.

"Jadi definisi kontak erat itu mereka yang berada di radius satu meter dari pasien yang terkonfirmasi positif, yang bercakap-cakap dengan yang bersangkutan, yang bersentuhan, dan mereka yang merawat, dalam hal ini tidak ada istilah yang merawat. Jadi semua devinisi operasional itu sudah ada daftarnya di kami," kata Dandel, Rabu (25/3/2020)

Daftar tersebut menurut Dandel, ada beberapa yang perlu diperbaharui karena sebagian tidak memenuhi kriteria yang ditentukan oleh kementerian kesehatan.

"Kepada mereka tentunya akan dilakukan pemeriksaan, standarnya sudah ada, kita akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan status mereka. Saat ini statusnya masih kontak erat resiko tinggi," ujar Dandel

Menurut Dandel, dari pihak DPRD Provinsi Sulut ada sekitar 20-an orang sedangkan dari pemerintah provinsi ada data yang cukup banyak tapi harus dikoreksi lagi karena ada orang yang ternyata hanya berpapasan, tidak masuk dikriteria sehingga perlu diperbaharui lagi dimana kontak eratnya.

"Kalau dia satu meter tetap kontak erat, berpapasan, bercerita, bercengkrama, itu masuk dalam kontak erat resiko tinggi, ada pejabat, ada juga stafnya, kepada mereka diberlakukan isolasi rumah," jelas Dandel

Lebih lanjut Dandel mengatakan, meski belum terlalu jelas dimana pasien terkonfirmasi positif itu terjangkit, namun tetap didata siapa yang punya kontak erat dengan yang bersangkutan.

"Kasus Sumatera Utara ini akan lebih gampang bagi kita karena dia tamu, jadi siapapun yang ada kontak dengan dia kita periksa," pungkas Dandel.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini