Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Khofifah Tegaskan Tidak Ada Lockdown di Madura

Syaiful Islam , Jurnalis-Senin, 30 Maret 2020 |00:03 WIB
Khofifah Tegaskan Tidak Ada <i>Lockdown</i> di Madura
A
A
A

SURABAYA - Kabar pulau Madura bakal dilockdown dengan cara menutup pintu masuk di Suramadu dan pelabuhan Kamal dibantah keras oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Khofifah menyebutkan tidak ada lockdown, hanya saja pengetatan.

Di mana pemprov Jatim memasang semprotan cairan disinfektan atau drive thru di pintu masuk Suramadu, baik yang masuk ke Madura di sisi Surabaya maupun yang keluar dari Madura di sisi Bangkalan. Sehingga kendaraan yang akan masuk atau keluar dari Madura berhenti sebentar lalu disemprot.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 atau virus corona yang saat ini sudah pandemi. Sebab setiap hari warga Jatim yang positif virus corona terus bertambah. Sampai saat ini sudah ada 90 orang yang positif virus corona.

"Jadi tidak ada lockdown. Kita melakukan proteksi dengan berbagai pemeriksaan berlapis. Disiapkan drive thru ke Madura maupun dari Madura di Suramadu. Di Surabaya disemprot, dan di terminal juga disemprot dan dicek," terang Khofifah, Minggu (29/3/2020).

Menurut Khofifah, jika ada rombongan bus yang penumpangnya bukan warga Madura akan masuk ke Suramadu, maka akan dibelokkan atau putar balik. Sebelum pintu masuk Suramadu berjarak sekitar 500 ada putaran.

"Ditunda dulu perjalanan ke Madura. Kami meminta masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Serta tidak keluar rumah jika tidak ada yang urgen," tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Ia menyatakan pihaknya tidak melakukan lockdown, melainkan melakukan pengetatan terhadap orang yang akan masuk di suatu wilayah, termasuk ke Madura.

"Di tempat lain atau Surabaya sudah dilakukan penyemprotan di beberapa titik atau tempat. Kita ketahui di tempat lain sudah meliburkan para karyawannya, sehingga kami adakan penyemprotan terhadap penumpang yang datang ke suatu wilayah, dan ini dilakukan secara berlapis untuk mencegah berkembangnya Covid 19," papar Luki.

Luki menambahkan, pihaknya juga telah membubarkan kerumunan. Serta sudah 2.400 orang diperiksa dan membuat surat pernyataan bersedia membantu kebijakan pemerintah.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement