nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasien Meninggal di Pamekasan Positif Corona, Dokter dan Perawat Diisolasi

Syaiful Islam, Okezone · Senin 30 Maret 2020 08:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 30 519 2190984 pasien-meninggal-di-pamekasan-positif-corona-dokter-dan-perawat-diisolasi-rbNXH2lv6A.JPG Ilustrasi (Reuters)

SURABAYA – Satu warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia saat dirawat di RSUD Slamet Martodidjo Pamekasan. Pasien tersebut positif virus corona (Covid-19).

Hal tersebut diketahui setelah sampel darah pasien diuji di laboratorium yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta. Jenazah dikebumikan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kemudian seluruh dokter dan perawat yang menangani pasien menjalani masa karantina selama 14 hari. Begitu juga dengan orangtua pasien menjalani isolasi mandiri.

Sampai saat ini mereka tidak ada keluhan. Pasien yang meninggal itu berjenis kelamin perempuan berusia 11 tahun. Pasien baru datang dari Malang kemudian masuk RSUD Slamet Martodidjo Pamekasan karena sakit.

Ilustrasi. (Shutterstock)

"Seluruh dokter dan perawat yang menangani pasien sedang menjalani masa karantina selama 14 hari. Sampai saat ini belum ada keluhan," tutur Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Minggu (29/3/2020) malam.

Begitu juga dengan orangtua pasien yang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan belum ada keluhan. Pihaknya juga akan melakukan rapid test terhadap orang yang kontak langsung dengan pasien.

"Kemudian melakukan tracing dan menyampaikan informasi dari daerah asal. Ini sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus corona agar tidak menular pada orang lain," ucapnya.

Baca Juga : Khofifah Imbau Warga Jatim Tak Mudik saat Idul Fitri

Baddrut mengungkapkan, pasien ini masuk rumah sakit pada 19 Maret 2020. Berselang sehari, pasien meninggal dunia pada Jumat 20 Maret 2020. Hasil pemeriksaan laboratorium di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit di Surabaya menyebutkan pasien negatif virus corona pada Selasa 24 Maret 2020.

Kamudian, hasil laboratorium yang dilakukan Balitbangkes Jakarta, pasien yang sebelumnya berstatus PDP ini dinyatakan positif virus corona pada Minggu 29 Maret 2020.

"Kami harapkan dukungan dari semua elemen masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona yang sudah menjadi pandemi ini," tutur Baddrut.

Baca Juga : Hanya Dua dari 38 Daerah di Jawa Timur yang Masih 'Bebas' Corona

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini