nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deteksi Covid-19, RSUD Wongsonegoro Semarang Beli Sendiri Alat Rapid Test

Taufik Budi, Okezone · Rabu 01 April 2020 05:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 01 512 2192121 deteksi-covid-19-rsud-wongsonegoro-semarang-beli-sendiri-alat-rapid-test-V5HfwnC7rw.JPG Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, dr Susi Herawati (Foto: Okezone.com/Taufik Budi)

SEMARANG – Keterbatasan alat rapid test corona membuat RSUD KRMT Wongsonegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah membeli sendiri ke vendor. Uji cepat itu dinilai cukup efektif sebagai deteksi awal karena memiliki akurasi hingga 80 persen.

“Ini adalah sebuah ide dari Bapak Wali Kota, waktu itu kami rapat dalam rangka ini (pencegahan virus corona) apa yang harus dilakukan. Kemudian Wali Kota bilang, ‘Pakai rapid test bisa enggak?’,” kata Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, dr Susi Herawati, kepada wartawan, Selasa, 31 Maret 2020.

“Disebut bisa sekali, enggak juga karena tidak 100 persen hasilnya. Kalau hasil 100 persen akurat adalah swab, tapi untuk langkah pertama, untuk skrining pertama mungkin dengan rapid test akan berguna karena kita akan bisa edukasi secara langsung,” imbuhnya menjawab pertanyaan wali kota saat itu.

Dia menyampaikan, setelah rapat tersebut pihaknya langsung mencari rapid test untuk penanganan pandemi Covid-19, sembari menunggu bantuan rapid test dari pemerintah pusat tiba.

“Maka kami langsung mencari dan mendapatkan. Di awal itu kami hanya mendapatkan satu boks, karena memang demikian susahnya kemudian juga mungkin peminatnya juga banyak. Sebenarnya kami memesan 2.480 (biji), yang kemarin hari Sabtu malam datang 200 (biji),” kata dia.

Infografis COVID-19

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan menggunakan rapid test yang diterima terdapat 193 orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Hasil dari pemeriksaan itu sebanyak 3 orang dinyatakan positif dan kini menjalani isolasi dan dilakukan tes swab PCR.

“Sudah kita pakai, sisanya (rapid test) ada sekira 90-an. Ini harapannya dari pihak vendor, harusnya hari ini datang lagi 2.000-an rapid test itu. Ini (rapid test) beli sendiri,” tambahnya.

Menurutnya, bantuan rapid test dari pemerintah pusat yang tiba sebanyak 50 biji. Alat tersebut langsung digunakan untuk memeriksa petugas medis di rumah sakit. “Kemarin kita mendapat dari pusat 50 biji, kita peruntukkan untuk petugas kesehatan,” pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini