MOJOKERTO - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) corona di Kota Mojokerto dilaporkan meninggal dunia, setelah dirawat di RS Gatoel, Kota Mojokerto.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Christianw Indah Wahyu membenarkan kabar meninggalnya seorang PDP corona. Menurutnya, orang dengan status PDP ini berasal dari Jakarta berjenis kelamin laki-laki dengan usia 57 tahun, sedang mengunjungi anak dan cucunya di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
"Jadi tanggal 23 Maret lalu pasien ini mengalami sakit dengan keluhan mual dan keringat dingin. Saat itu pasien dilakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen dengan hasil trombosit menurun, leukosit juga turun. Kemudian dirujuk ke rumah sakit swasta dengan diagnosa demam berdarah," jelas Christiana melalui rilis yang diterima Okezone, Rabu (1/4/2020).

Setelah dirawat di RS Gatoel tersebut diketahui pasien tersebut mengalami infiltrat atau semacam gangguan pada paru - parunya. Terlebih ketika ditanyai tim medis ia mengaku berasal dari Jakarta, sedang berkunjung ke anaknya di Mojokerto. Orang tersebut akhirnya dimasukkan dalam kategori pasien dalam pengawasan.
"Setelah diwawancarai ulang, pasien baru jujur mengatakan riwayat tinggal di Jakarta sebelum datang ke Mojokerto. Akhirnya tanggal 27 Maret dipindahkan ke ruang isolasi. Pada 28 Maret 2020 kondisi paru semakin memburuk, kami berupaya mencari rumah sakit rujukan di Surabaya, Sidoarjo, dan Kabupaten Mojokerto tapi semuanya penuh," terangnya.
Ia menambahkan, pihak rumah sakit telah berupaya mengambil sampel swab pasien untuk memastikan apakah positif atau negatif Covid-19, namun sang pasien menolak.
"Saat dilakukan pemeriksaan sesuai standar PDP, pasien tidak kooperatif dan menolak. Hingga kondisinya pada Minggu 29 Maret 2020 itu semakin menurun dengan kondisi saturasi oksigen yang menurun," imbuhnya.
Akhirnya PDP dengan kode 05 ini menghembuskan nafas terakhir pada Senin tengah malam 30 Maret 2020 dan dimakamkan pada Selasa siang kemarin 31 Maret 2020 di pemakaman China Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
"Pasien tersebut tidak terkonfirmasi corona. Hanya mempunyai riwayat hipertensi dan jantung koroner. Kami juga kesulitan melakukan pemeriksaan swab karena pasien tidak kooperatif. Untuk jenazah sendiri sudah dimakamkan Selasa siang, tentu pemakamannya sesuai prosedur pasien positif Covid-19," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.