Lebih lanjut, kata dia, persoalan ruang isolasi juga menjadi salah satu tantangan. Mengingat, ada kemungkinan jumlah pasien mengalami peningkatan, utamanya pasien dalam pengawasan (PDP). Sebab, RSD Gunung Jati menjadi rumah sakit rujukan utama dalam penanganan Covid-19.
Syifa menyampaikan, dirinya bisa menghabiskan waktu untuk merawat dan menangani pasien di ruang isolasi selama 10 jam-12 jam. Bahkan, handphone miliknya harus tetap siaga selama 24 jam, karena banyak orang yang menghubunginya untuk berkonsultasi. Ia mengimbau agar masyarakat tidak menambah beban kerja para tenaga medis dalam menangani Covid-19 ini. Masyarakat harus berada di dalam rumah untuk sementara waktu.
"Kami berusaha menambah kapasitas ruangan isolasi. Apabila penuh, solusinya adalah merujuk ke rumah sakit rujukan lini kedua lainnya. Namun tidak semudah itu," tutur Syifa.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.