KUALA LUMPUR – Sejumlah relawan di Malaysia membagikan pelindung wajah cetak 3D hingga membagikan makanan masker kepada petugas medis di garis depan melawan virus corona.
Virus corona telah merenggut 50 nyawa di Malaysia dan menjangkiti 3.116 orang, kasus tertinggi infeksi di Asia Tenggara.
Namun seperti banyak negara, tenaga medis di Malaysia juga kekurangan alat pelindung.
"Permintaan untuk ini [alat medis] sangat, sangat tinggi," kata William Koong, seorang anggota sukarelawan menyitir, Jumat (3/1/2020).
Baca juga: Pocong di Malaysia Takut-Takuti Warga Agar Patuhi Perintah Lockdown
Baca juga: Wanita 66 Tahun Jalan Kaki dari Johor Bahru ke Singapura Dampak Lockdown Malaysia
Koong yang memiliki puluhan anggota sukarelawan adalah salah satu dari banyak relawan di Malaysia yang secara sukarela membuat alat pelindung diri (APD).
"Setiap rumah sakit membutuhkan sekitar 40.000 APD," katanya.
“Tidak hanya pelindung wajah, tetapi juga jas [medis], masker, kacamata, pelindung sepatu dan sarung tangan," lanjutnya.
Kelompok lain, Just Serving, juga menyiapkan makanan untuk dikirim ke tenaga medis yang bekerja lembur di rumah sakit dan klinik.
"Kami mendegar mereka memiliki masalah mendapatkan makanan, banyak dari mereka hanya minum kopi, jadi itu cara kami berterima kasih setelah apa yang mereka lakukan untuk kami," kata Venothan Vimalanathan, penggagas proyek.
Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan setidaknya 80 petugas kesehatan Malaysia terinfeksi virus corona.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.