450 Kamar Hotel di Yogyakarta Siap Jadi Tempat Karantina Covid-19

krjogja.com, · Sabtu 04 April 2020 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 04 510 2193985 450-kamar-hotel-di-yogyakarta-siap-jadi-tempat-karantina-covid-19-8ITkiyB73o.JPG Ilustrasi (Foto: KRjogja.com)

YOGYAKARTA – Gugus Penanganan Covid-19 DIY mengonfirmasi adanya 450 kamar hotel yang siap digunakan untuk penanganan virus corona. Hotel-hotel tersebut bersedia menjadi lokasi karantina pemudik terkategori orang dalam pemantauan (ODP) apabila dibutuhkan oleh Pemda DIY.

Wakil Sekretaris Gugus Penanganan Covid-19 Biwara Yuswantana mengungkap pihaknya sudah menerima tawaran dari para pemilik hotel. Hingga saat ini tercatat ada 450 kamar yang siap digunakan untuk lokasi karantina apabila nanti dibutuhkan.

“Sudah ada antara lain menyediakan sekitar 450-an kamar. Ada beberapa yang lain juga sudah menawarkan dan jumlah kamar yang didedikasikan masih terus kita data. Ada beberapa hotel yang sudah menawarkan dukungan itu,” ungkap Biwara, mengutip laman KRjogja, Sabtu (4/4/2020).

Dia menyebut bahwa hotel-hotel tersebut berada di seputaran Kota Yogyakarta. “Ada di kawasan kota dan beberapa pinggiran kota juga,” sambung dia.

Saat ini Tim Gugus Penanganan Covid-19 DIY sedang melakukan pendataan terkait kebutuhan yang harus disiapkan jika nantinya mengaktifkan lokasi-lokasi karantina. Logistik, sarana dan prasarana serta kesiapan kesehatan menjadi pertimbangan utama di lokasi karantina.

Infografis COVID-19

Selain hotel beberapa lokasi juga sudah disiapkan Pemda DIY di antaranya Balai Pemuda di Gamping, Badan Diklat, Asrama Haji dan balai-balai pelatihan di Kabupaten Kota. Untuk Badan Diklat di Baciro Kota Yogyakarta akan difungsikan sebagai lokasi transit tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

“Di Baciro untuk tenaga kesehatan yang perlu ruang transit, ada 140 kamar. Saat ini Dinkes juga sedang mendata kebutuhan tenaga kesehatan yang memerlukan penampungan. Balai di Gunung Sempu kita persiapkan karantina masyarakat ODP artinya semua orang yang tinggal di Jogja yang berpotensi menularkan,” pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini