"Stok APD dari pemerintah pusat memang masih ada, tetapi itu masih diutamakan bagi tim medis di rumah sakit. Tetapi masih ada perlengkapan lain yang kita butuhkan, seperti sarung tangan medis untuk seluruh kru, mulai perawat hingga cleaning service di rumah sakit rujukan maupun di rumah sakit pembantu. Kita harus pikirkan juga untuk tim di perbatasan karena masih sangat ala kadarnya," ungkapnya.
Hingga saat ini, jelas Hamka, telah terkumpul dana sebanyak Rp44 juta. Di mana donasi penanganan covid-19 telah dibuka melalui Bank BRI Cabang Bengkulu dengan nomor rekening 0115.01.003820.309 atas nama Biro Kesra Pemprov Bengkulu.
"Bengkulu belum merencanakan memotong gaji ASN maupun anggota DPRD. Jika langsung memotong gaji haruslah diikuti payung hukum yang jelas," paparnya.
"Kita akan salurkan sesuai skala prioritas dengan kemampuan dana yang terkumpul. Pemerintah juga mengapresiasi inisiatif dari masyarakat untuk turut membantu dalam kondisi seperti ini. Ada yang membagikan masker, ada yang melakukan penyemprotan secara mandiri, ada yang menyumbangkan gaji, dan sebagainya. Itu semua akan sangat berarti bagi kita semua," tutupnya.
(Hantoro)