nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Covid-19, Pemudik Diminta Diperiksa di Pintu Masuk Cirebon

Fathnur Rohman, Jurnalis · Senin 06 April 2020 20:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 06 525 2195123 cegah-covid-19-pemudik-diminta-diperiksa-di-pintu-masuk-cirebon-pjvY2JWoC3.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

CIREBON - Dalam rangka meminimalisasi penyebaran virus corona atau Covid-19, Pemerintah tengah melakukan berbagai kebijakan ketat untuk masyarakat yang tetap melaksanakan mudik, salah satunya mengimplementasikan jaga jarak fisik.

Adapun jaga jarak fisik itu, di antaranya dilakukan dengan mengurangi kapasitas penumpang, baik penggunaan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

Menanggapi hal tersebut, Tokoh Muda Cirebon Andri W Kusuma meminta kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon harus memikirkan cara yang terbaik untuk kelonjakan pemudik di tengah Pandemi Corona ini, salah satunya menyekat pintu-pintu masuk ke Cirebon.

"Jadi harus dibuat tempat-tempat pemeriksaan atau penyekatan di pintu-pintu masuk. Kalau perlu, ada tempat khusus untuk isolasi bagi pendatang, atau pemudik yang utamanya datang dari daerah epicentrum Covid-19,” kata Andri kepada wartawan, Senin (6/4/2020).

 Korban Covid-19

Ia pun mencontohkan, seperti halnya pemudik yang berasal dari Jakarta atau Bandung yang memang sedang sakit saat perjalanan mudik, dan orang tersebut tidak bisa masuk ke Kabupaten Cirebon.

“Dan soal tes cepat atau rapid tes untuk Covid-19 yang dimiliki oleh Pemkab Cirebon, agar dipusatkan utamanya untuk para pendatang, dan ditempatkan di seluruh pintu masuk Kabupaten Cirebon, agar dapat melindung warga Cirebon," tuturnya.

Selain itu, ia juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat bahu-membahu dalam menanggulangi penyebaran virus Corona. Karena saat ini, jumlah pasien positif corona di Indonesia hingga 6 April 2020 mencapai 2.491 Kasus. Sementara, jumlah korban meninggal 209 orang.

“Sekarang enggak usah menyalahkan siapa-siapa, saatnya kita bersama-sama melawan Covid 19 ini lakukan ‘Semesta Bergotong royong’. Virus Covid 19 ini tidak hanya merusak secara kesehatan, tapi merusak perekonomian secara umum," kata Andri.

 mudik

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan, pandemi virus Covid 19 sudah menjadi masalah dunia. Oleh karena itu, butuh penanganan menyeluruh dan bersama-sama agar pandemi ini bisa segera berakhir.

“Semua pihak sebaiknya melakukan apapun yang bisa dilakukan, untuk membantu saudara-saudara kita yang saat ini menjadi korban terdampak. Baik secara kesehatan maupun ekonomi. Sudah saatnya semesta bersatu dan bergotong-royong," sambungnya.

Ia juga meminta kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk segera menambah ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis, dan masker serta hand sanitizer untuk masyarakat.

Selain itu, menurutnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak akan dapat maksimal kalau pemerintah pusat maupun derah tidak segera menyediakan masker dan hand sanitizer untuk masyarakat serta APD untuk tenaga Medis.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini