Jika semua alat pendukung telah tersedia, terang dia, maka diperkirakan dua minggu ke depan Bengkulu sudah mampu melakukan uji cairan tenggorokan sendiri.
"Karena ini sangat terkendala jika kita lambat mendapatkan hasil dari uji swab yang kita kirim ke Laboratorium Palembang. Sementara intervensi untuk tracing dan sebagainya sangat ditentukan hasil swab," paparnya.
Ia berharap peralatan tersebut dapat segera terealisasi dengan menghadirkan langsung tim ahli dari Kemenkes guna menguji kelayakannya.
"Harapan kita, tim ahlinya dapat segera datang ke Bengkulu guna menguji alat tersebut sehingga dapat segera digunakan," pungkasnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.