Sultan HB X: Tak Perlu Khawatir dengan Jenazah Kasus Corona

krjogja.com, · Rabu 08 April 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 08 510 2195956 sultan-hb-x-tak-perlu-khawatir-dengan-jenazah-kasus-corona-zpLO6dpIgy.jpg Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X (Okezone)

YOGYAKARTA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat agar tidak menolak jenazah kasus virus Corona tanpa dasar dan prasangka yang berlebih. Sebab penanganan jenazah kasus Covid-19 telah dilakukan sesuai prosedur protokol yang berlaku.

“Saya kira belum dengar ada penolakan dari warga di DIY. Masyarakat memang tidak perlu punya kekhawatiran seperti itu. Saya pun telah mengkampanyekan, yang faktual ada upaya terkait penolakan tenaga medis kembali ke rumahnya sehingga kita fasilitasi tempat karantina,” ujar Sultan HB X di Gedhong Pracimosono, Kepatihan.

Sultan HB menegaskan agar warga tidak menolak tanpa dasar yang benar baik untuk jenazah maupun tenaga medis. Pemda DIY juga akan berupaya mencarikan tempat pemakaman khusus bagi pasien kasus virus Corona apabila diperlukan. Namun, diharapkan masyarakat tidak punya kekhawatiran seperti itu.

“Jika para akademisi mengatakan kematian seseorang apabila sudah dikuburkan virusnya ikut mati ya semoga saja kondisi ini tidak menumbuhkan suatu prasangka yang berlebih. Saya berharap kasusnya tidak tambah karena ini sangat penting,” tandasnya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan, pasien Covid-19 yang meninggal dunia jenazahnya sudah diurus oleh RS dengan baik sesuai ketentuan dan aturan yang ada. Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai menolak jenazah pasien Covid-19 untuk dimakamkan di lingkungan mereka.

Karena pasien Covid-19 yang meninggal dunia sudah memenuhi syarat untuk dikuburkan di pemakaman umum. Tidak ada yang perlu dikhawatiran memberikan dampak negatif pada lingkungan di sekitarnya.

“Saya minta dalam kondisi seperti sekarang masyarakat perlu bersikap lebih bijak dalam menghadapi berbagai persoalan. Adanya penolakan pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia seperti yang terjadi di daerah lain, jangan sampai terjadi di DIY,” kata Baskara Aji.

Menurutnya, penguburan jenazah pasien Covid-19 memang harus dilakukan oleh petugas khusus yang dilengkapi alat pelindung diri (APD).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini