Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pandemi Corona, Kemenkes: Ketersediaan APD Sangat Terbatas

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Kamis, 09 April 2020 |12:08 WIB
Pandemi Corona, Kemenkes: Ketersediaan APD Sangat Terbatas
Ilustrasi APD (Kemenkes)
A
A
A

JAKARTA - Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Bambang Wibowo mengatakan kebutuha terhadap Alat Pelindung Diri (APD) sangat tinggi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 saat ini. Tapi, stoknya terbatas.

Menurutnya keterbatasan stok APD lantaran banyak juga digunakan oleh masyarakat, bukan hanya para medis dan pasien Covid-19.

"Kebutuhan APD sangat tinggi sementara ketersediaan sangat terbatas. Pada masa ini pendemi Covid-19, APD tidak digunakan hanya dokter dan perawat dan tenaga kesehatan lain, tetapi juga pasien dan masyarakat," kata Bambang dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Bambang yang juga Ketua Aliansi Telemedis Indonesia mengatakan penggunaan APD dalam situasi wabah corona sangat dibutuhkan untuk mencegah transmisi Covid-19.

"Penggunaan APD yang tepat akan mempu bertindak sebagai penghalang bahan infeksius seperti virus dan bakteri pada kulit mulut hidung atau selaput lendir mata bagi tenaga kesehatan maupun pasien," ujar Bambang.

 Virus corona

Tak hanya itu, penggunaan APD juga sebagai penghalang yang memiliki potensi untuk memblokir penularan yang kontaminan seperti darah, cairan tubuh dan sekresi pernapasan.

Bambang menyebut penggunaan APD yang tepat, juga harus disertai praktik penggunaan pengendalian infeksi lainnya oleh tenaga kesehatan baik dokter dan perawat.

Selain itu juga pentingnya pemindahan dan pembuangan APD yang telah terkontaminasi untuk mencegah penularan Covid-19.

"Pengguana APD yang tepat guna juga harus disertai praktik pengedalian infeksi lainnya oleh tenaga kesehatan baik dokter gigi maupun perawat seperti mencuci tangan yang benar pada lima momen, etika batuk dan bersin. Serta penting pemindahan atau pembuangan APD yang telah terkontaminasi atau telah digunakan untuk mencegah terpaparnya pemakai dan pemakai yang lain terhadap bahan infeksius," tutup Bambang.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement