BENGKULU - Sebanyak 977 warga Provinsi Bengkulu, telah menjalani pemeriksaan tes cepat pendektesi corona virus disease (Covid-19). Di mana ratusan orang itu berasal dari 10 kabupaten dan kota di Bengkulu.
Pemeriksaan rapid test tersebut diikuti Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang memiliki riwayat dari zona merah.
Hasilnya, sebanyak 995 orang dinyatakan negatif. Sementara 2 orang dinyatakan positif Covid-19. Test cepat itu digelar dinkes kabupaten/kota, rumah sakit rujukan, Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Bengkulu.

Pemeriksaan rapid test itu, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dilakukan kepada OTG sebanyak 846 orang, ODP sebanyak 126 orang, dan PDP 5 orang.
''Hingga hari ini, hasil rapid test 977 orang, 2 kasus hasilnya positif,'' kata Herwan, dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (12/4/2020).
Pada hari ini, sampai Herwan, ada penambahan 5 kasus ODP dan PDP. Yakni, 4 ODP dan 1 kasus PDP. Sehingga total ODP dan PDP sebanyak 546 orang.
Di mana total kasus ODP 529 kasus, yakni ODP dinyatakan sehat 334 kasus, ODP menjadi PDP 1 kasus, ODP menjadi konfirmasi 1 kasus, ODP meninggal dunia 1 kasus, dan ODP dalam proses pemantauan 192 kasus.
Untuk total kasus PDP 17 orang. Yakni, PDP dinyatakan sehat 2 orang, PDP menjadi konfirmasi 2 orang, PDP dalam pengawasan atau dirawat di rumah sakit 7 kasus dan PDP meninggal 6 kasus.
Herwan menambahkan, total kasus konfirmasi sebanyak 4 orang. Kasus konfirmasi dirawat di rumah sakit 1 orang, kasus konfirmasi meninggal 1 orang, dan 2 orang kasus konfirmasi diisolasi mandiri.
''Dua orang PDP di rawat di rumah sakit M Yunus Bengkulu. Ada PDP baru hari ini, laki-laki berusia 25 tahun, riwayat perjalanan dari Jakrata. Keluhan demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, lemah, nyeri otot, mual muntah, nyeri abdomen, diare dan hilang penciuman,'' jelas Herwan.
''Riwayat perjalanan dari Jakarta, dan pernah bertugas di salah satu rumah sakit di Jakarta. Hasil rapid test reaktif, swab telah dilakukan pengambilan dan menunggu hasil dari laboratorium Palembang, Sumatera Selatan,'' sambung Herwan.
Herwan menjelaskan, meskipun hasil rapid test reaktif, belum tentu yang bersangkutan positif covid-19. Sebab rapid test hanya untuk mengetahui imunitas seseorang.
''Bila reaktif artinya ada gangguan. Gangguan tersebut belum tentu akibat covid-19. Untuk memastikan yang bersangkutan sudah dilaksanakan pengambilan swab, dan hasilnya masih menunggu,'' pungkas Herwan.
(Awaludin)