Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Karanganyar Gotong Royong Siapkan Makam untuk Jenazah Pasien Corona

Agregasi Solopos , Jurnalis-Senin, 13 April 2020 |15:50 WIB
Warga Karanganyar Gotong Royong Siapkan Makam untuk Jenazah Pasien Corona
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien corona. (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

KARANGANYAR – Warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bergotong royong menyiapkan makam untuk satu pasien virus corona yang meninggal dunia. Pasien dalam pengawasan (PDP) itu wafat pada Minggu 12 April 2020 sekira pukul 05 WIB di RSUD dr Moewardi Kota Solo.

Mengutip dari Solopos, Senin (13/4/2020), warga yang mendapat informasi ada tetangganya meninggal langsung bereaksi cepat menyiapkan lokasi pemakaman.

Pasien PDP berusia 60 tahun yang meninggal tersebut merupakan peserta Ijtima Dunia Zona Asia 2020 di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika dirawat, ia menunjukan gejala gangguan kesehatan.

Hingga kini hasil swab test untuk memastikan status PDP yang meninggal itu belum keluar. Jadi, belum diketahui pasti apakah dia positif atau negatif corona.

Kepala Desa Gawanan Murdiyanto membenarkan informasi meninggalnya salah satu warganya yang berstatus PDP corona tersebut.

Ia mengatakan, informasi warganya itu meninggal diterima sekira pukul 05.00 WIB. Pihak Pemerintah Desa Gawanan dan warga diminta mempersiapkan permakaman.

"Benar jika ada PDP di wilayah kami yang meninggal setelah dikarantina di RSUD dr Moewardi. Setelah menerima informasi, kami diminta mempersiapkan permakaman," ungkapnya.

Menurut Murdiyanto, meskipun belum diketahui kepastian statusnya, pemakaman jenazah warganya yang meninggal ini dilakukan sesuai protokol keamanan medis covid-19.

"Kalau dari desa memang hanya diminta untuk menyiapkan pemakaman. Nanti sisanya dilakukan sesuai protokol medis. Untuk screening dan pemetaan, kami menunggu hasil swab, karena kami menghindari gegernya warga. Sampai saat ini warga kooperatif karena sudah disosialisasi," imbuh dia.

Jenazah dikebumikan di Permakamam Kauman, Desa Gawanan. Para pelayat dianjurkan tidak mendatangi pemakaman atau berjarak minimal sekira 50 meter dari permakaman. Menurutnya, warga sekitar kooperatif dan tidak ada penolakan yang terjadi. 

Sementara Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Colomadu Dwi Adi Susilo mengatakan segera menulusuri peserta Ijtima Dunia Zona Asia 2020 di Gowa yang belum melaporkan diri.

Pasalnya berdasarkan penelusuran hingga kini, diketahui ada warga dari Gedongan, Colomadu, yang mengikuti gelaran tersebut dan tidak kooperatif.

Selain itu pihaknya sesegera mungkin menelusuri siapa saja yang melakukan kontak dengan para peserta Ijtima Ulama Dunia tersebut.

"Kami langsung akan screening nanti. Kebetulan untuk yang meninggal ini kooperatif saat diminta karantina. Jadi, kami ada pengawasan. Tapi kami data ada yang diam-diam karena ini keberangkatannya juga tidak ada laporan. Jadi harus kami telusuri siapa saja dan kontak dengan siapa saja," terang dia

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement