Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terdampak Corona, Pengusaha Bus di Karanganyar Hentikan Sementara Operasional

Bramantyo , Jurnalis-Selasa, 14 April 2020 |20:46 WIB
Terdampak Corona, Pengusaha Bus di Karanganyar Hentikan Sementara Operasional
Ilustrasi bus. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)
A
A
A

KARANGANYAR – Pandemi corona virus disease atau covid-19 yang meluas cukup dirasakan para pengusaha jasa transportasi bus di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Organda Karanganyar Tri Haryadi mengatakan sejak pandemi virus corona meluas, banyak pengusaha transportasi merugi.

Akibat terus mengalami kerugian, seluruh pengusaha bus yang ada di Karanganyar kini sepakat menghentikan sementara operasional armada transportasinya.

Penghentian operasional tidak hanya bus bertrayek antar-kota antar-provinsi (AKAP), tapi juga antar-kota dalam provinsi(AKDP). Termasuk angkutan kota dan angkutan perdesaan.

"Selain untuk mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai covid-19, dan banyak masyarakat yang ketakutan bepergian, maka kami sepakat menghentikan operasional," papar Tri kepada Okezone, Selasa (14/4/2020).

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Namun, ungkap dia, di saat para pengusaha bus asal Karanganyar sepakat sementara tidak mengoperasionalkan armada miliknya, justru para pengusaha yang berasal dari zona merah persebaran corona tetap saja mengoperasionalkan busnya.

"Ini yang menjadi problem. Kalau pengusaha lokal tidak ada yang memberangkatkan busnya ke jalur-jalur zona merah, tapi sebaliknya, bus-bus dari zona merah masih saja mengoperasionalkan busnya membawa penumpang ke daerah," jelasnya.

Untungnya, kata dia, pemerintah daerah cepat tanggap dengan segera melakukan pemeriksaan seluruh penumpang yang dibawa bus dari zona merah.

"Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang langsung men-tracking yang datang dari zona merah," terangnya.

Menyangkut kelangsungan para karyawan selama penghentian operasional, ungkap Tri, pihaknya mengacu pada kesempatan yang telah diambil DPP Organda dan Kementerian Perhubungan.

Nantinya seluruh karyawan, mulai sopir, kernet, hingga kondektur akan diberikan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu selama tiga bulan berdasarkan data karyawan yang telah disetorkan pada Kemenhub.

"Data sudah kita serahkan ke DPP Organda. Berdasarkan hasil kesepakatan antara Organda dan Kementerian Perhubungan, nanti selama tiga bulan akan mendapatkan BLT sebesar Rp600 ribu, tapi enggak tahu cairnya kapan," pungkasnya.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement