JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berimbas pada penumpukan penumpang kereta rel listrik (KRL) comutterline Jabodetabek di beberapa statsiun.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Nurhayati Monoarfa mengatakan, terdapat cara untuk mengurangi jumlah penumpang selama PSBB ini. Mulai dari adanya kebijakan perusahaan agar membuat jam kerja yang tidak sama untuk mencegah jumlah penumpang di jam tertentu.
“Maka, kami mengimbau untuk bisa diberikan aturan-aturan jam kerja yang tidak bersamaan, sehingga bisa mengurangi jumlah penumpang di jam-jam tertentu,” kata Nurhayati kepada Okezone di Jakarta, Kamis (16/4/2020).
Baca Juga: Operasional KRL Akan Berhenti Sementara Bersamaan PSBB Banten

PT KCI sendiri telah membuat jam operasional selama PSBB diterapkan. Nurhayati enggan menyalahkan masyarakat yang masih bekerja saat masa PSBB ini, mengingat ada banyak sektor yang dikecualikan dalam aturan PSBB tersebut.
“Yang saat ini sulit untuk disinkronkan adalah antara supply side dan demand side. Karena masih cukup banyak perkantoran dan sektor industri yang dikecualikan salam PSBB, belum lagi sektor informal,” ujarnya.
Selain itu, dia turut memberikan pandangan terkait wacana penghentian sementara KRL Jabdodetabek selama PSBB. “Apabila diberhentikan harus menyediakan transportasi pengganti seperti angkutan darat dikarenakan masih banyak pabrik-pabrik atau kantor yang buka, yang diperbolehkan sesuai kegiatan PSBB,” ujarnya.
Baca Juga: KRL Disebut Berhenti Beroperasi Mulai 18 April, Ini Kata PT KCI
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.