MEDAN - RS Universitas Sumatera Utara (USU) kini telah mampu melakukan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan virus korona (Covid-19).
Dengan kemampuan itu, ke depannya pasien diduga terjangkit Covid-19 di Sumatera Utara tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk memastikan hasil swab pasien positif terjangkit Covid-19 atau tidak.

Hal itu karena pemeriksaan bisa dilakukan di USU tanpa harus mengirimkan terlebih dahulu sampel swab ke Laboratorium Balitbang Kementerian Kesehatan di Jakarta.
Kemampuan RS Universitas Sumatera Utara untuk melakukan pemeriksaan PCR, didukung oleh mesin tes PCR yang memang selama ini telah dimilik Universitas Sumatera Utara.
Namun selama ini pemeriksaan swab untuk Covid-19 tidak bisa dilakukan, karena ketiadaan Reagensia. Reagensia adalah bahan utama untuk melakukan tes swab pasien Covid-19.
Rektor USU, Prof Runtung Sitepu, mengatakan mereka telah menerima Reagensia yang merupakan bantuan Litbangkes dari Jakarta. Bantuan itu diperuntukkan untuk mengetes 300 pasien.
"Sementara alat kedua, merupakan milik RS USU yang dipesan sendiri," ujarnya.
Baca Juga : Pandemi Covid-19, 15 Ribu Warga Jatim Dapat Kartu Prakerja Tahap I
Ia menjelaskan, khusus milik RS USU, sejatinya PCR untuk memeriksa 1.000 pasien, namun yang baru tiba hanya untuk 33 pasien. "Kedua alat itu sudah dites oleh tim untuk melakukan swab. Hasilnya dua PCR tersebut bekerja dengan sangat baik," tegasnya.
Rektor juga mengatakan, bahwa pukul 10.00 WIB hari ini, dua unit alat PCR tersebut sudah siap (running) digunakan untuk memeriksa PDP Covid-19 dengan cara swab. "Untuk sementara ini reagensia-nya cukup untuk 330 pasien. Diharapkan pesanan RS USU yang masih ada untuk kebutuhan 967 pasien lagi segera tiba," katanya.
Sebagai informasi, rektor mengatakan bahwa USU sejak awal sudah memiliki 3 (tiga) Unit PCR, satu di RS USU, satu di Fakultas Kedokteran dan satu lagi di Laboratorium Terpadu USU.
"Tapi khusus untuk melakukan swab terhadap pasien membutuhkan bahan yang namanya Reagensia. Sebulan yang lalu RS USU telah berusaha membelinya tetapi barangnya tidak ada dan baru tiba kemarin sore. Itupun dari 1.000 yg dipesan baru diterima 33. Untunglah ada bantuan dari Litbangkes 300," katanya.
Sementara untuk ketersediaan tenaga ahli, Rektor USU menegaskan bahwa RS USU telah mempersiapkan tim khusus sejak sebulan yang lalu. "Kalau ahlinya kita punya dan siap. Hanya saja memang kendala ada di alat dan bahan. Nah, sekarang RS USU sudah siap melakukan tes swab untuk penanggulangan wabah COVID-19," katanya.
(Angkasa Yudhistira)