BALIKPAPAN – Sebanyak 1.442 nelayan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur terdampak pandemic virus corona atau covid-19. Data itu berdasarkan bantuan sosial pemerintah kota dan angka ini kemungkinan akan bertambah.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Heria Prisni menjelaskan nelayan Kota Balikpapan tersebar di sejumlah wilayah, yang kesehariannya melaut maupun nelayan budidaya. “Mereka terdampak luar biasa, yang dikerenakan tingginya harga pakan. Jadi penghasilan mereka juga menurun,” kata Heria di Balikpapan, Jumat (17/4/2020).
Sementara, Penyuluh Perikanan Kota Balikpapan Faisal Noor mengatakan, anjloknya penghasilan nelayan ini tidak lepas dari mulai menurunya permintaan ikan segar di pasar-pasar tradisional Balikpapan.
Sehingga nelayan harus mengurangi aktivitas melaut mereka, dari biasanya 15 hingga 20 kali trip, kini turun menjadi 10 trip perbulannya. “Mereka mengurangi jadwal turun ke laut. Karena permintaan ikan di pasar menurun hingga 50 persen, jadi aktivitas melaut juga dikurangi,” jelasnya.
Adanya pembatasan sosial dan berkurangnya daya beli masyarakat, mengakibatkan distribusi ikan antar daerah pun ikut terhambat. “Biasanya jika hasil tangkapan melimpah dibawa ke Banjarmasin hingga Provinsi Bali dan daerah lain. Tapi kan sekarang terganggu distribusi,”
Masalah sama juga dialami para peternak budidaya ikan yang harus menelan pil pahit akibat terkena dampak corona ini. Mereka mengeluh kesulitan mendapatkan bahan baku atau pakan ikan, karena selama ini dipasok dari luar daerah. Bahkan ada yang dipasok dari luar negeri.
(Amril Amarullah (Okezone))