Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Imbas PHK di Tengah Pandemi Corona, Warga Sleman Mencuri Gabah

Harian Jogja , Jurnalis-Jum'at, 17 April 2020 |16:48 WIB
Imbas PHK di Tengah Pandemi Corona, Warga Sleman Mencuri Gabah
ilustrasi
A
A
A

SLEMAN – Tindak kriminalitas seiring dengan PHK karyawan dari berbagai perusahaan lantaran mewabahnya virus corona atau covid-19 jadi sorotan Polres Sleman. Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo mengatakan pengawasan tersebut juga bukan tanpa alasan.

Pasalnya, beberapa waktu lalu kasus pencurian gabah sebanyak 40 karung yang terjadi wilayah Candibinangun, Pakem, Sleman ternyata didalangi oleh pelaku yang terimbas dari upaya PHK yang dilakukan korporasi.

"Pencurian gabah itu sudah dilakukan penangkapan oleh jajaran Polsek Pakem. Pelaku yang berjumlah empat orang melakukan aksinya di tujuh TKP, kebetulan keempat pelaku merupakan satu keluarga, salah satu pelaku yang merupakan otak dibalik pencurian gabah sebelumnya terkena PHK, makanya ia ngajak adik dan kakak iparnya untuk nyuri gabah," ujar Rudy, Jumat (17/4/2020).

Secara pribadi, lanjut Rudy, dengan adanya tingkat PHK yang cukup tinggi nantinya akan berdampak terhadap aspek keamanan. Apalagi hal tersebut ditambah dengan konsekuensi baru yang harus diterima oleh warga yang mendapatkan PHK seperti tidak adanya sumber penghidupan mereka.

"Namun, tentu saja tidak bisa serta merta dikatakan demikian, karena kita juga harus melihat data dan fakta yang ada, oleh karena iu upaya patroli dan pengawasan di masing-masing wilayah baik dari Polsek maupun Polres kita terus lakukan, agar jumlah kasus kejahatan di Sleman tidak semakin bertambah," imbuhnya.

Baca Juga : Polemik Penghentian KRL, Antara Cegah Corona hingga Cari Nafkah

Tidak hanya warga yang terdampak PHK, polisi juga memberikan perhatian kepada narapidana yang mendapatkan asimilasi dari pemerintah yang totalnya sejumlah puluhan narapidana di wilayah kabupaten Sleman. Upaya pemantauan ke rumah masing-masing narapidana juga terus dilakukan agar hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat tidak menjadi kenyataan.

"Kami sudah mendapatkan data masing-masing narapidana yang mendapatkan asimilasi dari Lapas, alamatnya sudah kami data, kami juga menggandeng Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah narapidana asimilasi berada untuk memantau mereka, bagaimanapun mereka masih warga binaan, nantinya jika terjadi situasi yang tidak diinginkan, kami bisa cepat melakukan penangkapan," ungkapnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement