GORONTALO - Tian Akune (31), salah seorang perawat pasien positif virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit (RS) Aloei Saboe, tak kuasa menahan tangis saat melakukan panggilan video dengan keluarganya.
Warga Desa Tingkohubu Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo itu sudah seminggu lebih tidak bertemu dengan keluarganya.
Suaranya terdengar lirih menahan haru. Matanya mulai berkaca-kaca saat melakukan panggilan video dengan keluarganya di rumah. Terlebih lagi saat ini ayah mertuanya sedang sakit.
Dengan tangis yang tertahan, ia mengisahkan saat ini ayah mertuanya tengah menderita sakit yang mengharuskannya rutin melakukan cuci darah. Dialah yang selama ini menemani ayah mertuanya ketika kontrol ke rumah sakit.
Baca juga: Pemerintah Tegaskan Tak Ada Alasan bagi Warga Tolak Jenazah Corona
“Sejak saya jadi perawat untuk kasus corona ini saya tidak lagi bisa menjaga ayah mertua saya. Tidak lagi bisa menemaninya ke rumah sakit,” ujarnya sambil menahan tangis, Sabtu (18/4/2020).

Bagi perawat yang telah menjalani profesinya selama delapan tahun ini, ayah mertuanya adalah sosok yang ia sayangi. Menjaga ayah mertuanya merupakan kewajiban yang ia yakini sebagai tanggung jawabnya.
“Saya tidak bisa lagi bertemu Beliau. Bahkan keluarga di rumah tidak bisa saya temui lagi,” ucapnya.
Tian merasa ini adalah pilihan hidup yang harus dia jalani, mendedikasikan dirinya untuk menyelamatkan nyawa manusia yang lain, meskipun di rumah ada keluarga yang juga sangat membutuhkannya.
Wabah corona membuat Tian, tidak lagi bisa bersama keluarganya. Bahkan sekadar menjenguk pun menjadi hal mustahil baginya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.