Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penumpang Trans Jogja Turun 69 Persen Imbas Corona

Agregasi Harian Jogja , Jurnalis-Sabtu, 18 April 2020 |05:03 WIB
Penumpang Trans Jogja Turun 69 Persen Imbas Corona
Ilustrasi (Foto: Ist)
A
A
A

YOGYAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan jumlah penumpang Trans Jogja yang mencapai 69 persen per harinya. Kendati begitu, manajemen belum mengurangi jumlah armada sehingga semua bus masih dioperasikan meski ada pengurangan waktu operasional.

Direktur PT Anindya Mitra Internasional (AMI), Dyah Puspitasari menjelaskan dampak corona membuat jumlah pengguna Trans Jogja menurun hingga 69 persen. Menurut hitungannya, pada saat hari normal jumlah penumpang harian mencapai sekitar 20.000 orang. Namun saat ada pandemi corona hanya sekitar 7.000 orang saja.

"Kalau rata-rata saat normal 20.000 penumpang, kalau sepi saat normal 17.000 penumpang. Sekarang (saat pandemi corona) hanya sekitar 7.000 penumpang," ungkapnya, menukil laman Harian Jogja, Jumat 17 April 2020.

Dijelaskannya, penurunan sekitar 69 persen penumpang setiap harinya itu terpantau sejak 1 April 2020. Tetapi pada Maret 2020 sudah mulai terjadi penurunan penumpang sekitar 31 persen. Padahal bulan Februari 2020 lalu kondisinya masih sangat normal dan sebelumnya tidak ada perkiraan akan terjadinya penurunan penumpang.

"Tetapi begitu ada pandemi ini maka pengguna Trans Jogja menurun, karena sesuai imbauan kita harus di rumah saja kecuali ada kegiatan penting," katanya.

Penumpang yang masih bertahan menggunakan Trans Jogja itu kemungkinan para pekerja yang sesekali harus berangkat ke kantor atau pihak yang sekedar ingin keluar rumah untuk keperluan penting.

Dia menambahkan, meski jumlah pengguna menurun drastis, pihaknya belum memiliki rencana untuk mengurangi jumlah bus maupun rute yang beroperasi.

"Sampai saat ini baik rute maupun armada masih beroperasi, tidak ada pengurangan armada, masih full operasi," ucap Dyah.

Menurutnya, meski jumlah penumpang menurun drastis namun tidak berpengaruh terhadap anggaran. Mengingat Trans Jogja dikelola BUMD dengan sistem buy the service dan sepenuhnya dibiayai dengan APBD DIY dan tidak terpengaruh adanya penurunan penumpang.

Soal adanya pendapatan dari pembayaran penumpang, hal itu merupakan tambahan. Tetapi pelayanan itu tidak berhubungan langsung dengan keuntungan secara finansial. Keuntungannya adalah kebutuhan pelayanan transportasi tetap terpenuhi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement