KABUL - Puluhan anggota staf yang bekerja di istana kepresidenan Afghanistan telah dites positif terkena virus corona (COVID-19), menurut laporan media.
Awalnya 20 kasus Covid-19 dilaporkan, tetapi pada Minggu (19/4/2020), New York Times mewartakan jumlahnya telah meningkat menjadi 40.
Pemerintah Afghanistan belum berkomentar mengenai laporan tersebut dan tidak ada tanda-tanda bahwa Presiden Ashraf Ghani sendiri telah terinfeksi, demikian diwartakan BBC.
Presiden berusia 70 tahun itu dilaporkan kehilangan sebagian perutnya karena kanker pada 1990-an.
"Sekira 20 orang terinfeksi COVID-19 di istana kepresidenan. Namun, itu masih dirahasiakan untuk memastikan tidak ada kepanikan yang disebabkan," kata seorang pejabat pemerintah kepada AFP pada Sabtu (18/4/2020).
Sebuah posting Twitter yang diterbitkan oleh istana kepresidenan pada Kamis (16/4/2020) menunjukkan Ghani memimpin rapat kabinet melalui tautan video, tetapi sejak saat itu akun tersebut hanya membagikan foto-foto presiden Ghani yang bertemu dengan pejabat Iran secara langsung, meski dengan menjaga jarak.
Data pemerintah pada Sabtu mencatat 933 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Afghanistan secara keseluruhan, dengan 33 kematian.
Meski jumlahnya tampak rendah, negara ini memiliki akses terbatas untuk pengujian dan sistem kesehatan telah menderita selama beberapa dekade konflik.
Ada juga kekhawatiran bahwa virus itu bisa menyebar setelah lebih dari 150.000 warga Afghanistan kembali dari Iran yang dilanda virus selama Maret, sementara puluhan ribu lainnya kembali dari Pakistan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.