Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

2 Dokter Positif Corona, Warga Lebak Desak Pemda Lindungi Tim Medis

Yaomi Suhayatmi , Jurnalis-Senin, 20 April 2020 |18:44 WIB
2 Dokter Positif Corona, Warga Lebak Desak Pemda Lindungi Tim Medis
Relawan Respek Peduli Kabupaten Lebak menyerahkan APD kepada petugas kesehatan di Puskesmas Cipeundey, Kecamatan Malingping, Lebak, Banten (Foto: Yaomi Suhayatmi)
A
A
A

JAKARTA - Dokter fungsional di Cipeundeuy, Kecamatan Malingping dinyatakan positif Covid-19 setelah test swab di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat 17 April 2020 lalu. Beberapa hari sebelum mengeluh gejala Covid-19, ia sempat pulang ke rumahnya di Depok, Jawa Barat. Saat ini, dokter wanita tersebut dikabarkan tengah dalam perawatan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Sebelumnya, salah seorang dokter RSUD Aji Darmo Rangkasbitung juga dinyatakan positif Covid-19 dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Banten. Dokter tersebut berdomisili di Sunter Jakarta Utara dan pulang pergi naik Kereta Listrik ‘KRL’.

Ia diduga terpapar dari orangtuanya yang meninggal karena terpapar virus corona, saat ini sang dokter menjalani perawatan di RSUD Lebak.

Baca Juga:  Lagi, Dokter di Kabupaten Lebak Positif Corona

Menanggapi adanya dua dokter yang positif Covid-19, masyarakat Lebak mendesak pemerintah daerah segera melakukan langkah penting untuk melindungi tim medis dan paramedis yang berjuang di garda depan melawan virus yang sedang menjadi pandemi global ini.

 ilustrasi corona foto: Okezone

Desakan di antaranya datang dari Komunitas Respek Peduli Lebak, melalui ketuanya Delima Humairo. “Lindungi masyarakat, lindungi tim medis, jangan sampai mereka menjadi korban dari ketidak-siapan pemerintah menghadapi wabah ini,” ujarnya.

Aktivis Peduli Kesehatan ini juga mempertanyakan Dinas Kesehatan yang tidak menginstruksikan petugas kesehatan di Puskesmas Cipendeuy untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari menyusul adanya salah satu dokter di puskesmas tersebut yang dinyatakan positif. Hal itu menurutnya penting agar tidak muncul cluster baru penularan virus corona.

“Saat dinyatakan positif, kami memikirkan tim medis dan paramedis dan tentunya masyarakat yang sudah bersinggungan fisik dengan sang dokter, tracking penting sekali. Katanya Dinkes Lebak sudah lakukan itu, namun keluhan paramedisnya semua masih diwajibkan bekerja seperti biasa, gak boleh isolasi mandiri 14 hari,” tuturnya.

Selain itu, Delima juga menyayangkan sikap pemerintah daerah yang menurutnya kurang sigap dalam melakukan tindakan preventif. “Saya rasa kesigapan penerintah masih sangat kurang, hanya ada 800 alat tes rapid yang disebar ke 4 RS di Lebak (pengakuan Dinkes). Upaya preventif lain yang dibebankan kepada Gugus Tugas juga kurang jelas, sehingga pelaksanaan di lapangan masih belum maksimal, outputnya, ODP masih berkeliaran,” jelasnya.

Sebagai pejuang garda depan, tim medis dan paramedis memang punya resiko besar terpapar virus corona. Tentu sangat disayangkan jika tidak dilengkapi dengan perisai, para pejuang garda depan ini justru menjadi agen penularan.

Baca Juga: Pemerintah: Covid-19 Dapat Dicegah dengan Disiplin dan Gotong Royong

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement