JAKARTA - Kebijakan pemerintah melarang mudik di tengah virus Covid-19 menjadi pukulan telak bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sektor ini paling merasakan dampaknya. Sehingga hanya sedikit dari mereka yang mampu untuk bertahan.
Salah satunya, adalah usaha yang selama ini mengandalkan penghasilan dari momen tahunan seperti libur lebaran, natal dan tahun baru. Kini mereka terancam gulung tikar. Contohnya, pedagang warung makan pinggir jalan jalur mudik, oleh-oleh khas daerah, perhotelan hingga tukang tambal ban pun merasakan.
Agar bisa bertahan, apa langkah yang harus diambil para pegiat UMKM ditengah situasi pandemi ini. Berikut tips dari sejumlah pakar yang Okezone.com kutip dari berbagai sumber.
1.Manfaatkan Media Daring
Hadirlah dimana pelanggan Anda menghabiskan sebagian besar waktunya di internet. 96% dari masyarakat Indonesia mengatakan bahwa mereka mengandalkan aplikasi-aplikasi Facebook selama Ramadan, dengan 85% responden mengatakan WhatsApp dan Instagram sebagai media sosial favorit mereka.
2. Kuasai Teknik Story Telling
Memulai komunikasi yang baik dengan memberikan informasi dan mendidik konsumen tentang langkah-langkah yang diambil untuk memastikan bahwa jasa dan produk tersebut aman. Karena itulah, perlu menguasai teknik story telling di perangkat mobile. Inti dari story telling adalah berfokus pada tema.
3.Jaga Hubungan Baik
Pemilik bisnis dan merek perlu untuk tetap terhubung dengan pelanggan diluar transaksi yang dilakukan, apalagi ditengah physical distancing sekarang ini. Menjaga komunikasi tetap berjalan dengan pelanggan adalah hal yang sangat penting di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini. Dimulai dari dalam dengan mewajibkan setiap karyawan dengan penggunaan masker, hand sanitizer, dan jaga kebersihan tempat usaha.
4. Perbaiki Kualitas Produk dan Layanan
Pelaku usaha perlu memperbaiki kualitas produk atau layanannya. Selain itu, UMKM juga disarankan mengembangkan strategi penawaran produk barang atau jasa yang menjadi basis bisnisnya. Jika selama ini pelaku usaha terlalu sibuk menjalankan operasional, maka ini merupakan saatnya untuk berhenti sejenak dan mengatur ulang strategi demi kepuasan pelanggan.
5. Penggunaan Anggaran Skala Prioritas
Rencanakan ulang pendapatan dan pangkas anggaran biaya. Melihat kembali rencana anggaran biaya menjadi hal yang krusial di masa krisis ini. Pemilik usaha harus dapat memilah pos anggaran mana yang menjadi prioritas dan melakukan penyesuaian budget dengan kondisi saat ini. (amr)
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.